Memerangi Antraks di Jawa Tengah. Antraks dan Upaya Menjaga Keamanan Daging Pangan di Indonesia   

oleh

COR-CORAN semen menghampar menutupi halaman rumah dan kandang keluarga Ngatijo, pemilik sapi yang positif terserang bakteri antraks di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seekor kambing menghuni kandang, hanya berjarak dua meter dari rumah Ngatijo. Rumah hewan ternak ini disesaki kayu, bambu, tali tampar, gantungan baju, dan kaus.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo kemudian mengecor kandang dan halaman rumah Ngatijo.“Yang dikubur di tanah bagian dalam (jeroan) sapi. Lalu pemerintah kabupaten mengecor tanahnya,” kata Eko Aprianto, menantu Ngatijo, Selasa, 13 Maret 2018.

Pengecoran atau tanah diberi semen bertujuan menahan penyebaran spora antraks karena spora bertahan hidup di tanah puluhan hingga ratusan tahun. Spora menjadi sumber infeksi yang bisa bangun dari tidurnya di dalam tanah kapan pun, menyebar, dan menjalar ke mana saja. .

INFO lain :  Kenapa 1 Desember Diperingati Hari AIDS Sedunia?

Kandang inilah tempat sapi yang tiba-tiba sakit dan dinyatakan positif terkena bakteri antraks atau bacillus anthracis (bakteri antraks). Bakteri ini bersifat zoonosis yang berarti ditularkan dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Antraks sangat berbahaya dan mematikan hewan ternak maupun manusia.

Ketika seseorang makan daging setengah matang dari hewan yang terinfeksi bakteri antrax, maka yang terjadi adalah gastrointestinal anthrax. Setelah dicerna, spora atau sel dalam ukuran sangat kecil antraks bisa mempengaruhi saluran pencernaan bagian atas, yaitu tenggorokan dan esofagus, lambung, dan usus.

INFO lain :  Stop Unggah Foto Berbikini

Infeksi biasanya terjadi satu hingga tujuh hari setelah terpapar spora itu. Dampaknya merusak saluran pencernaan dan merusak jaringan tubuh. Tanpa perawatan yang cepat, orang yang terinfeksi bisa meninggal. Penularan lain adalah spora yang kehirup manusia bisa masuk ke saluran pernapasan. Spora yang masuk ke saluran pencernaan maupun saluran pernapasan ini bersifat akut dan sangat mematikan pada manusia.

Orang yang berkontak langsung dengan hewan ternak yang kena bakteri antraks juga bisa kena antraks kulit. Spora yang masuk ke darah hewan ternak bersinggungan dengan kulit manusia. Bila ada luka, meski sangat kecil, orang itu bisa terkena antraks kulit. Cirinya sangat khas, bentuknya seperti luka koreng dengan warna hitam di tengahnya. Pengobatan antraks kulit dilakukan dengan cara pemberian antibiotik.

INFO lain :  Usai Ulang Tahun, Ucapkan Kata Makian

Akibat antraks, kulit 16 warga Purwosari Kulon Progo melepuh, merah, kering, dan menghitam karena terkena bakteri antraks. Satu orang tewas akibat penyakit itu.“Kami mengira itu penyakit koreng biasa yang sejak zaman simbah saya sudah ada,” kata Kepala Dusun Ngaglik, Purwosari, Girimulyo, Suwaryono.