Antraks merupakan penyakit bakterial, yang disebabkan Bacillus anthracis pembentuk spora. Spora antraks terbentuk apabila bakteri berkontak dengan oksigen dan bisa bertahan hidup di tanah selama puluhan tahun. Spora antraks yang ukurannya sangat kecil (hanya bisa dilihat melalui kaca pembesar, tahan terhadap perubahan lingkungan sehingga sulit dibasmi.
Spora sangat mudah menyebar ke mana saja. Bisa menempel pada apapun, terbawa angin dan air. “Spora antraks ini sifatnya akut dan menimbulkan kematian pada hewan ternak dan manusia” kata Profesor Wahyuni.
Apakah perubahan iklim mempengaruhi bertahannya spora antraks? Cuaca menurut dia ikut memberikan andil untuk mempercepat proses sporulasi atau proses pembentukan spora bakteri antraks.
Mengapa musim penghujan harus diwaspadai terhadap serangan antraks? Wahyuni menyebutkan spora bisa menempel di air dan alirannya turun dari lokasi yang lebih tinggi (kasus antraks terjadi) ke tempat yang lebih rendah. Spora antraks yang menempel pada rumput bisa termakan hewan ternak lalu masuk ke darah dan limpa hewan. “Spora yang sulit dikendalikan bisa bercampur dengan air dan udara. Lalu masuk ke tubuh hewan ternak,” kata Wahyuni.
Persoalan utama penyebaran antraks, kata Wahyuni adalah mobilitas hewan ternak yang tinggi. Spora bisa menyebar ke mana saja. Dia mencontohkan spora bisa mengenai ban mobil peternak yang diangkut ke tempat baru.
Wahyuni menjumpai kasus antraks di Kabupaten Semarang dan Boyolali pada 1990 terjadi pada musim hujan di daerah dengan topografi tinggi. Spora yang bertahan puluhan hingga ratusan tahun itu terbawa air pada saat musim hujan. Kasus antraks di Purwakarta, Jawa Barat tahun 2000 juga terjadi pada musim hujan.
Spora bisa membelah atau menggandakan diri pada suhu 25-30 derajat celcius. Spora yang masuk di tubuh hewan ternak menjadi sel vegetatif. Hewan ternak yang tidak punya pertahanan tubuh yang bagus rentan terinfeksi bakteri antraks.
Untuk bebas dari antraks, menurut Wahyuni tidak mudah dan perlu usaha keras dari banyak kalangan. Sebab spora antraks tak bisa dikendalikan bila sudah menyebar ke mana-mana. Satu di antara yang bisa dilakukan untuk menghambat penyebaran antraks adalah pemberian vaksin pada hewan ternak.
Pemerintah, kata dia harus lebih gencar sosialisasi bahaya antraks yang mematikan kepada semua kalangan. Bila ada tanda-tanda hewan ternak terkena antraks, maka hewan itu tak boleh diperjual belikan dan tak boleh dikonsumsi.
Hewan ternak yang terkena bakteri antraks harus dibakar dan dikubur sedalam 3 meter. “Di tempat dikuburnya hewan ternak terkena antraks harus ditutup semen dan ditandai bahwa di lokasi itu pernah terjadi antraks,” kata Wahyuni.
















