Memerangi Antraks di Jawa Tengah. Antraks dan Upaya Menjaga Keamanan Daging Pangan di Indonesia   

oleh

II
Perubahan Iklim Kian Merepotkan Penanganan Antraks di Indonesia

Hujan deras mengguyur desa di perbukitan Menoreh.  Curah hujan di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo waktu itu melebihi kondisi normal. Hujan dengan intensitas tinggi terjadi sepanjang Oktober 2016 hingga Januari 2017.

Desa Purwosari berada di antara tebing-tebing Menoreh. Bukit ini terletak pada ketinggian 800 meter di atas permukaan air laut. Purwosari berjarak 30 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Desa ini langganan longsor ketika musim penghujan tiba.

Di desa inilah, kasus antraks yang meresahkan penduduk terjadi. Seekor sapi yang sakit mendadak dan disembelih. Belasan kambing lainnya ikut mati mendadak. “Kami diguyur hujan ketika hewan ternak kami mendadak sakit secara beruntun,” kata Kepala Dusun Ngaglik, Purwosari, Girimulyo, Suwaryono.

INFO lain :  Kenapa 1 Desember Diperingati Hari AIDS Sedunia?

Kepala kelompok data informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika, Djoko Budiyono mengatakan pada Oktober 2016 hingga Januari 2017, jumlah curah hujan di Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo melebihi rata-rata curah hujan normal. Stasiun Klimatologi misalnya mencatat curah hujan pada Oktober 2016 sebesar 526 milimeter. Dalam kondisi normal, curah hujan rata-rata pada bulan itu seharusnya 236 milimeter.

Pada November curah hujannya mencapai 392 milimeter, melebihi rata-rata 378 milimeter. Curah hujan rata-rata ini dihitung selama sepuluh tahun terakhir (2008-2018).

INFO lain :  Stop Unggah Foto Berbikini

Perubahan iklim di antaranya ditandai dengan perubahan suhu, meningkatnya curah hujan. Dampaknya adalah meningkatnya vektor atau agen penyakit. Perubahan iklim secara sederhana terjadi ketika musim hujan dan kemarau datang tidak menentu. “Musim hujan datang dengan waktu yang lebih panjang atau lebih pendek. Begitu juga dengan musim kemarau,” kata Djoko.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPPC), Panel Perubahan Iklim Antar-Pemerintah menyebutkan pemanasan global telah terjadi di bumi selama beberapa dekade terakhir. Suhu permukaan bumi rata-rata naik 0,74 derajat celcius dalam 100 tahun terakhir dan diperkirakan akan terus berlanjut.

INFO lain :  Usai Ulang Tahun, Ucapkan Kata Makian

Perubahan iklim di kawasan Asia Tenggara, Indonesia satu di antaranya menjadi masalah serius karena meningkatkan ancaman terhadap ketahanan pangan, kesehatan manusia, ketersediaan air, keragaman hayati, dan kenaikan muka air laut. Pemanasan global ini terjadi karena efek gas rumah kaca.

Pembakaran bahan bakar fosil sektor energi, transportasi, dan industri menghasilkan gas karbon dioksida yang menyumbang pemanasan global. Ada pula kegiatan peternakan dan pertanian juga menghasilkan gas metana.