Memerangi Antraks di Jawa Tengah. Antraks dan Upaya Menjaga Keamanan Daging Pangan di Indonesia   

oleh

Sampel yang diambil petugas adalah potongan telinga sapi. Pemerintah Boyolali menetapkan daerahnya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Total sapi yang mati karena serangan antraks ada empat ekor.

Dokter hewan Afiany Rifdania merupakan dokter yang pernah terjun langsung menangani antraks di Desa Karangmojo, Klego dan Desa Sempu, Andong. Ia mengumpulkan semua dokter hewan dan petugas kesehatan hewan untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak. Ada 15 ribu ekor yang divaksinasi. “Kami mengisolasi daerah yang diserang antraks,” kata Afiany.

Vaksinasi sapi dan kambing, kata Afiany hingga sekarang masih terus dilakukan. Boyolali punya kebijakan khusus orang yang melakukan vaksinasi harus dokter hewan untuk mengantisipasi kegagalan vaksinasi.

INFO lain :  Kenapa 1 Desember Diperingati Hari AIDS Sedunia?

Ketua kelompok peternak sapi perah Sidomakmur Dusun Ngemplak, Banyuanyar, Ampel, Boyolali, Suwarto mengatakan selain vaksinasi, peternak rajin memeriksakan sapinya ke dokter hewan. Setiap tiga bulan sekali, sapi perah mendapatkan obat cacing dan vitamin. “Dokter hewan dari pos kesehatan hewan jemput bola, mendatangi rumah-rumah penduduk untuk memeriksa sapi perah mereka,” kata Suwarto.

Kelompok ternak sapi perah Suwarto dianggap berhasil menjaga sapi-sapi mereka dari serangan berbagai penyakit, termasuk antraks. Selain rutin memeriksakan sapi ke dokter hewan, kandang sapi perah di sana dijaga kebersihannya.

Suwarto dan kelompok ternaknya sukses menjalankan wirausaha susu sapi dalam produk susu, es krim, dan yogurt. Mereka menang dalam lomba kewirausahaan di tingkat Provinsi Jawa Tengah belum lama ini.

INFO lain :  Stop Unggah Foto Berbikini

Kecamatan Ampel menjadi kawasan yang terus dipantau di Boyolali karena di kecamatan ini pernah terjadi serangan antraks tahun 2011. Ketika antraks menyerang Boyolali pada 2011, pemerintah kabupaten punya kebijakan mengganti hewan ternak yang dibakar dan dikubur milik peternak karena diduga kena bakteri antraks.

Mereka menggunakan dana bantuan sosial sebagai dana kompensasi untuk peternak yang memusnahkan hewan ternak yang dicurigai terkena antraks. Per ekor sapi diganti Rp 2,5 juta dan kambing Rp 500 ribu.

INFO lain :  Usai Ulang Tahun, Ucapkan Kata Makian

Pemerintah Kabupaten Boyolali membuat semacam perjanjian yang ditandatangani peternak, ketua rukun tetangga, dan kepala desa sebagai saksi bahwa hewan ternak telah dimusnahkan. Ini sebagai bukti pertanggung jawaban.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali, Juwaris mengatakan dana total untuk penggantian hewan ternak beberapa waktu setelah terjadi kasus antraks sebesar Rp 700 juta. Skema penggantian hewan ternak yang dimusnahkan karena diduga terkena antraks dilakukan selama tiga bulan. “Kalau sekarang bisa menggunakan dana cadangan bencana non-alam,” kata Juwaris.