Memerangi Antraks di Jawa Tengah. Antraks dan Upaya Menjaga Keamanan Daging Pangan di Indonesia   

oleh

Menurut Drajad, selain vaksinasi, Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di kandang penduduk. Mereka juga menyemen tanah tempat hewan ternak terkena bakteri antraks untuk menghadang spora agar tidak menyebar ke mana-mana. Untuk penduduk yang terkena antraks kulit, petugas kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat telah memberikan antibiotik. Semua yang terkena antraks kulit sudah sembuh.

Ia mewanti-wanti penduduk untuk aktif melapor kepada petugas kesehatan hewan bila menjumpai hewan ternak yang sakit dan mati mendadak. Drajad mengajak tokoh-tokoh desa untuk aktif mengajak masyarakat sadar akan bahaya antraks. Semua hewan ternak yang terindikasi antraks dilarang keras untuk dikonsumsi. “Hewan ternak yang terkena bakteri antraks harus dibakar dan dikubur,” kata Drajad.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo belajar dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah untuk menangani antraks. Mereka belajar hingga teknis, misalnya bagaimana menyuntikkan vaksin antraks terhadap hewan ternak supaya tidak menyebabkan reaksi berlebihan. Bila tidak tepat menyuntikkan vaksin itu, maka hewan ternak bisa mati.

INFO lain :  Stop Unggah Foto Berbikini

Misalnya untuk penyuntikan antraks pada domba dan kambing berbeda caranya. Ada beberapa hewan ternak yang juga peka terhadap vaksin antraks dan ada obat penawarnya. Menyuntik vaksin pada domba dilakukan pada lipatan kulit yang bersih pada ekor. Pada ekor domba yang menggantung ada lipatan kulit yang bersih. “Kami berbagi ilmu kepada rombongan dokter hewan dan petugas kesehatan Kulon Progo,” kata Dokter hewan di Boyolali, Afiany Rifdania.

INFO lain :  Usai Ulang Tahun, Ucapkan Kata Makian

Boyolali memiliki total 19 dokter hewan. Boyolali dikenal dengan lalu lintas hewan ternak yang tinggi. Saat ini, populasi sapi perah mencapai 92 ribu dan sapi potong 96 ribu. Boyolali punya sejarah serangan antraks yang kuat. Antraks menyerang kota penghasil susu ini berkali-kali sehingga pemerintah menetapkannya sebagai daerah endemik.

Antraks menyerang Desa Kopen, Teras, Boyolali tahun 1992. Sebanyak 25 orang positif terkena antraks, 18 di antaranya orang meninggal. Tahun 2011 antraks menyerang seekor sapi potong di Dusun Tangkisan, Desa Karangmojo, Klego. Pemilik sapi kemudian menyembelih dan menjual dagingnya dengan harga murah ke tetangga kanan kiri.

INFO lain :  UN bakalan menggunakan sistem komputer, untuk mencegah kebocoran

Sebagian orang yang menyembelih dan mengkonsumsi daging sapi terkena antraks kulit. Sapi ini dinyatakan positif terkena bakteri antraks setelah petugas mengambil sampel tanah di tempat sapi dan ekor sapi kering yang digantung di depan rumah pemilik sapi. Serangan antraks kembali terjadi di Desa Sempu, Andong selama dua kali pada 2012.