Memerangi Antraks di Jawa Tengah. Antraks dan Upaya Menjaga Keamanan Daging Pangan di Indonesia   

oleh

Para ahli lintas ilmu itu berhimpun pada Indonesia One Health University (Indohun). Ini merupakan platform yang melibatkan akademisi, ilmuwan, komunitas, pemangku kepentingan, dan kalangan profesional dari Indonesia. Indohun berdiri sejak 2012. “Di Indonesia terdapat 34 fakultas dari 20 universitas yang telah terdaftar sebagai bagian dari Indohun,” kata Wayan.

Proyek percontohan One Health telah diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Satu di antaranya adalah Boyolali. Dokter hewan alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta telah menerapkan pendekatan one health di Boyolali untuk mengatasi antraks dan penyakit zoonosis lainnya.

Pemerintah Kulon Progo belajar dari Boyolali bagaimana mengatasi antraks. “Koordinasi yang kuat dari tim One Health menjadi kunci mengatasi antraks. Apa yang sudah dilakukan terus dievaluasi,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, Afiany Rifdania.

INFO lain :  Kenapa 1 Desember Diperingati Hari AIDS Sedunia?

Afiany yang juga dokter hewan itu mengatakan sama seperti Kulon Progo, serangan antraks di Boyolali tahun 2011 juga terjadi di musim penghujan. Di Sleman, antraks juga terjadi ketika musim hujan pada 2003. Tiga sapi perah mati mendadak di Dusun Kaliurang, Hargobinangun, Pakem.

Dusun ini berjarak 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Seekor sapi perah milik Seno Tiyoso di Dusun Kaliurang Barat mati mendadak dan positif terkena antraks. “Waktu itu turun hujan,” kata Pengurus kelompok ternak sapi perah Sedyo Rahayu, Sleman, Agus Salim.

INFO lain :  Stop Unggah Foto Berbikini

Sapi-sapi perah milik peternak Sleman sebagian besar didatangkan dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sleman bagian utara menjadi sentra sapi perah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sleman sebelah utara berbatasan dengan Boyolali.

Kementerian Pertanian menetapkan Boyolali sebagai satu dari sekian daerah yang endemik antraks. Pada 2011, Kabupaten Boyolali ditetapkan sebagai daerah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) antraks. Kasus antraks menjadi langganan di daerah dengan populasi sapi perah dan sapi potong yang tinggi ini.

Dosen Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Profesor AETH. Wahyuni, memiliki pengalaman panjang menangani antraks di banyak daerah. Ia terjun langsung ke lokasi peternakan sapi, termasuk di Kabupaten Semarang dan Boyolali pada 1990.

INFO lain :  Usai Ulang Tahun, Ucapkan Kata Makian

Dua kabupaten ini terkena wabah antraks. Di sana terdapat perusahaan pembibitan sapi perah dan plasma yakni PT NAA. Data Kementerian Pertanian menunjukkan 1.296 ekor sapi perah mati tahun itu. Di Sragen, Jawa Tengah, Profesor Wahyuni ikut menangani antraks bersama tim Balai Besar Veteriner Wates tahun 2011. Ia juga turun ke lokasi serangan antraks pada burung unta di Purwakarta, Jawa Barat tahun 2000.