Diskusi
Berdasarkan hasil persamaan regresi pada wariabel berfikir ide bunuh diri, telah diketahui bahwa dalam keadaan stres traumatik yang 0 sekalipun fikiran tentang ide bunuh diri tetap ada pada subjek penelitian. Hal ini menandakan bahwa hadirnya fikiran tentang ide bunuh dapat disebabkan oleh variabel yang lainnya, tidak hanya stres traumatik. Penelitian selanjutnya perlu memperhatikan variabel yang lainnya. Seperti misalnya kepuasan pernikahan pada anggota polisi. Karena hasil penelitian juga telah mendapatkan data stres traumatik lebih tinggi tingkatannya ada pada polisi yang statusnya menikah. Bahkan skor tertinggi untuk stres traumatik juga sudah ditemukan yaitu pada polisi yang satatusnya juga menikah dan jenis kelaminnya pria.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang didapatkan dari (Violanti, Fokdulgen, Luenda, dan Charles 2009) dimana ide bunuh diri pada polisi wanita bisa meningkat sebesar 73% dan sebesar 67% pada polisi pria, khususnya saat mereka mengalami situasi depresif. Hasil penelitian tersebut menerangkan bahwa dalam keadaan yang depresif, resiko polisi wanita untuk memikirkan keinginan bunuh diri lebih besar dibandingkan dengan polisi pria. Penelitian yang dilaporkan dalam tulisan ini memang belum menghitung besaran kemungkinan polisi pria dapat bersiko meningkatkan fikiran tentang ide bunuh diri. Pengelompokan jenis kelamin yang diuraikan dalam laporan penelitian ini terbatas kepada komparatif deskriptif saja, dan kedepannya memerlukan kajian yang lebih tajam lagi untuk menganalisis besaran resiko polisi pria berfikir tentang ide bunuh diri.
















