Data penelitian dianalisa dengan menggunkan teknik regresi sederhana, yaitu stres traumatik menjadi variabel bebas, dan berfikir ide bunuh diri menjadi variabel terikat penelitian. Stres traumatik menjadi variabel yang akan memprediksikan keadaan kadar dari variabel berfikir ide bunuh diri. Status pernikahan menjadi variabel yang datanya berupa angka nominal, untuk kemudian diuji kadarnya antara yang menikah dan tidak menikah, pada kedua variabel penelitian, dan selanjutnya akan dilakukan uji perbedaan dua kelompok.
Hasil dan Pembahasan
Hasil analisis mendapatkan bahwa stres traumatik berpengaruh secara signifikan terhadap berfikir ide bunuh diri (F=41.2, lihat Tabel. 1). Hasil analisis ini membuktikan bahwa munculnya fikiran tentang ide bunuh diri dapat disebabkan oleh kondisi stres traumatik yang dialami oleh subjek, dengan kata lain keadaan tekanan yang mengganggu dapat mengarahkan proses pikiran subjek kepada upaya sadar memutuskan pikiran tentang ide untuk mengakhiri kehidupannya. Stres traumatik terbukti memberikan sumbangan yang efektif terhadap munculnya berfikir ide bunuh diri (R2= 47%, lihat tabel.1).
Hasil analisis data tersebut menjelaskan bahwa stres traumatik memiliki peran yang efektif kepada berfikir ide bunuh diri. Meskipun dalam keadaan stres traumatik yang sangat rendah, subjek tetap memiliki skor ide bunuh diri sebesar sebesar 0.5 (lihat tabel.1). Ketika skor subjek 0 pada stres traumatik, subjek tetap memiliki ide bunuh diri dalam pikirannya, sangat mungkin fikiran tentang bunuh diri tetap ada pada subjek. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa stres traumatik tidak satu-satunya variabel yang dapat mempengaruhi munculnya fikiran untuk bunuh diri.
Tabel. 1. Analisis : Pengaruh, Hubungan, Komparasi dan Kategorisasi
Variabel Pengaruh dan Hubungan Perbedaan Berdasarakan Status Kategorisasi Skor
Berfikir Ide Bunuh Diri
R2 = 47 %
rxy = 0.7
B = 0.5
F = 41.2
N nikah = 36
N t nikah = 13
Rerata nikah = 15.5
Rerata t nikah = 14.7
F = 1.5
t = 0.4 <23,84 *
Nikah = Sangat Rendah
T Nikah = Sangat Rendah
Stres Traumatik ———– N nikah = 36
N t nikah = 13
Rerata nikah = 37.3
Rerata t nikah = 31.5
F = 6.8
t = 1.7- >32 – 40 *
Nikah = Rendah
T nikah = Sangat Rendah
Hasil analisis juga mendapatkan bahwa stres traumatik mempengaruhi berfikir ide bunuh diri dalam pola yang positif, artinya meningkatnya stres traumatik juga akan diikuti dengan meningkatnya berfikir ide bunuh diri (rxy= 0.7). Kategori skor mean empirik pada subjek untuk variabel stres traumatik berada pada kategori rendah, dan berfikir ide bunuh diri berada pada kategori sangat rendah (perhatikan Tabel.1).
















