Meningkatkan Emosi dan Stres, Iklan yang Menutupi Konten Bisa Digugat

oleh
iklan tutupi konten berita
Iklan tutupi sebuah konten berita, bisa picu stres bagi pembacanya. (Foto Ist)

Apabila kondisi emosi yang terus berlanjut karena terganggunya keinginan nyaman membaca konten yang diinginkanya terganggu , maka individu bisa mengalami stress. Tentu saja ini menjadi tanggung jawan pengiklan yang notabene iklannya menjadi penyebab munculnya stres pada individu-individu  yang kenyamanananya membaca terganggu.

Semestinya Google atau sejenisnya bijak menanggapi problem serius yang membudaya ini dengan memberikan Solusi-solusi atau alternatif lain agar pengiklan tidak dilegalkan begitu saja menutupi pembaca konten. Salah satu contohnya, dengan melokalisir iklan. Sehingga orang membutuhkan atau iklan searching iklan sudah dengan mudah menemukan pencariannya karena sudah di lokalisir, sementara pembaca konten tidak terganggu kehadarian iklan yang tidak dikendaki.

Tulisan ini bisa dijadikan titik awal peneliti-peneliti yang ingin memberikan konstribusi positif terhadap merebaknya iklan-iklan yang menutupi konten, dan membuat individu-individu yang menghendaki kenyamanan membaca konten terganggu, sehingga mengalami stress dan emosi.

INFO lain :  Eks Koruptor dan Ambiguitas KPU
INFO lain :  PENUGASAN BERDIFERENSIASI SESUAI GAYA BELAJAR SISWA

Para ahli hukum dan para psikolog tentu memahami kerisauan para pembaca di Medsos yang kontenya tertutupi oleh iklan. Para ahli hukum dapat mensomasi pengiklan-pengiklan yang menutupi konten. Sementara para psikolog bisa memberikan solusi agar penderita stres dan emosi dengan cara-cara psikologis. []

INFO lain :  Ketika Ancaman Hukuman Tak Menjerakan Pemutilasi Maka di Situ Psikologi Berperan

Penulis adalah Psikolog & Pengamat Kepolisian, serta dosen Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta raya, dapat dihubungi via e-mail: tugimin.supriyadi@dsn.ubharajaya.ac.id)