Untuk meruncingkannya, tangga bacaan ini sekadar daftar bacaan fiksi. Alasannya pun sederhana: di Perpustakaan Teras Baca buku-buku fiksi yang dominan dibaca. Dan buku-buku ini pun terbit pada tahun di mana generasi milenial sedang ramai-ramainya diperbincangkan. Semoga generasi milenial berkenan menerima daftar buku-buku ini.
***
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (Eka Kurniawan, Novel)
Setelah novel “Cantik Itu Luka” menjadi banyak perbincangan pembaca dan kritikus sastra Indonesia, Eka Kurniawan “tampak” hilang dari permukaan dunia kepenulisan. Lalu, novel “Lelaki Harimau” terbit dua tahun setelahnya. Kemduian tidak satu pun buku yang dihasilkan. Barulah setelah 10 tahun lamanya dari “ledakan” itu, Eka Kurniawan hadir dengan novel barunya: Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.
Masih dengan kekhasan Eka Kurniawan, di mana ada satu tokoh yang melawan atas banyak kehendak banyak hal dan/atau orang, novel “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” melatari masa-masa di mana kita pernah merasa hal serupa pada era Orde Baru. Ketakutan menyuarakan kebenaran, kejadian, pendapat atau sejenisnya dan sebagainya. “Kesialan” yang kemudian diterima si tokoh utama menjadi perjalanan yang mengasyikan dan menegangkan (juga sedikit “basah”).
Ada dua hal yang kemudian membuat novel “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” ini layak dibaca oleh generasi Milenial: (1) mengingatkan kita bahwa masa di mana ketakutan bersuara itu tidaklah mengenakan dan (2) buku ini ditulis dengan pembabakan yang singkat. Poin kedualah yang menarik. Ketika kebutuhan membaca tidak berbading lurus dengan ketersediaan waktu (untuk membaca), novel “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” menawarkan itu. Kita bisa tetap mendapat keutuhan cerita meski membacanya sering tertunda-tunda.
Oia, satu lagi yang penting, novel ini dikategorikan untuk yang sudah berusia 21 ke atas. Baru kali ini saya dapati buku yang diberi label sespesifik ini.
Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi (Yusi Avianto Pareanom, Novel)
Ketika selesai membaca novel “Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi” kita akan merasakan kenyang dalam arti yang hakiki. Kenyang, karena novel ini ditulis dengan sebaik-baiknya sebagai karya sastra. Kenyang, karena cerita tentang kemahiran Loki Tua yang selalu memasak masakan yang enak mampu ditulis dengan tidak hanya detil, melainkan nyata.
Jadi amat pantas bila novel “Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi” mendapat ganjaran sebagai buku fiksi pilihan terbaik di ajang Kasula Sastra Indonesia 2016. Menjadi penting untuk dibaca oleh generasi Milenial karena…, kapan lagi kalian baca buku sebaik ini?
















