Opini Tugimin Supriyadi: Psikologi Marketing: Strategi Sukses Tanpa Menyakiti

oleh

Opini Tugimin Supriyadi

Psikologi Marketing,  Strategi Sukses Tanpa Menyakiti

Marketing Adalah ujung tombak sebuah Perusahaan atau organisasi. Maju mundurnya sebuah Perusahaan atau organisasi yang membutuhkan tenaga marketing, terletak attitude marketing itu sendiri. Tidak sedikit tenaga marketing berlagak seolah sebagai pemilik yang lupa bahwa sebenarnya mereka harus juga berlaku adil untuk pemilik produckt dan juga  dengan calon pembeli atau pelanggan. Banyak marketing ada kesan memaksakan kemauannya, padahal sebenarnya pemilik produck sudah setuju dengan bernegosiasi dengan calon pembeli? Fatalnya, justru terkadang marketing menjadi penghambat terjalinnya komunikasi antara calon pembeli dengan pemilik produck. Bagaimana menurut pendapat kamu?

INFO lain :  Analisis Film Dark Nuns: Sebuah Pertaruhan Peran Medis, Psikologi dan Parapsikologi

Banyak marketing yang terlalu fokus pada target penjualan dan tidak memahami kebutuhan dan keinginan calon pembeli, sehingga mereka menjadi terlalu agresif dan memaksakan kemauannya. Hal ini dapat membuat calon pembeli merasa tidak nyaman dan tidak percaya pada perusahaan.

Padahal, sebenarnya, peran marketing seharusnya adalah sebagai fasilitator yang membantu calon pembeli memahami produk atau layanan yang ditawarkan dan memenuhi kebutuhan mereka. Marketing harus dapat memahami kebutuhan dan keinginan calon pembeli dan membantu mereka membuat keputusan yang tepat.

Dalam kasus di mana pemilik produk sudah setuju dengan negosiasi dengan calon pembeli, marketing harus dapat memfasilitasi komunikasi antara kedua belah pihak dan membantu mereka mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

INFO lain :  PSSI U'23 Kalah oleh  Provokasi, Emosi, dan Kepercayaan Diri Oleh Dr. Tugimin Supriyadi,S.Psi.,MM.,Psikolog

Namun, seringkali marketing menjadi penghambat terjalinnya komunikasi antara calon pembeli dengan pemilik produk karena beberapa alasan. Hal tersebut diakibatkan berbagai factor, seperti, kurangnya pemahaman tentang produk atau layanan, marketing mungkin tidak memahami secara mendalam tentang produk atau layanan yang ditawarkan, sehingga mereka tidak dapat menjawab pertanyaan calon pembeli dengan baik.

Selain itu marketing Terlalu fokus pada target pribadi dalam  penjualan, Marketing mungkin terlalu fokus pada target penjualan dan tidak memperhatikan kebutuhan dan keinginan calon pembeli.

INFO lain :  Bimbingan Kelompok Teknik Sosio Drama untuk Mencegah Bullying

Selebihnya, juga dipengaruhi oleh  Kurangnya otoritas: Marketing mungkin tidak memiliki otoritas untuk membuat keputusan atau memberikan diskon, sehingga mereka tidak dapat memenuhi permintaan calon pembeli.

 

Untuk mengatasi hal ini, perusahaan harus memastikan bahwa marketing memiliki pemahaman yang baik tentang produk atau layanan yang ditawarkan, serta memiliki otoritas untuk membuat keputusan dan memberikan diskon. Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa marketing dapat memfasilitasi komunikasi antara calon pembeli dengan pemilik produk dan membantu mereka mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.