Ramai-ramai Merusak Karst Lindung

oleh

Kurang tahu, kalau izin gitu kan izin pemerintah daerah. Kalau pemerintah daerah mengizinkan, ya sudah. Sebab, kewenangan saya pada lahannya. Kewenangan mendirikan hotel ada pada pemerintah daerah, bukan pada saya. Apakah izinnya untuk hotel, untuk restoran, untuk panti pijat itu, urusan pemerintah daerah, bukan urusan saya. Makanya saya memberikan izin, setelah rekomendasi dari pemerintah daerah dipegang.

Anda mengenal Eny Supiani yang akan membangun resor di Watukodok?

Kenal.

Anda pernah beberapa kali bertemu dengan Enny?

Iya.

Enny langsung mendapatkan kekancingan?

INFO lain :  Satu-Satunya Asal Indonesia

Iya.

Kami mendapatkan informasi untuk mengurus kekancingan harus membayar mahal, hingga ratusan juta?

Terus terang, Rp 160 juta di pantai, untuk bangun hotel untuk sewa pakai Bsepuluh tahun. Coba pantai di Bali, harganya berapa puluh juta…

Artinya semua kekancingan menuliskan nominalnya?

Tertulis nominalnya, tertulis jangka waktunya, dan itu untuk 10 tahun. Jadi setahun cuma berapa, Rp 160 juta 10 tahun, berarti Rp 15 jutaan setahun, coba.

Uang kekancingan untuk apa?

Keraton dari dulu kan mandiri. Urusan upacara adat, kami biayai sendiri. Mengurus aset, upacara adat, ada grebek, ada gunungan, ada sekaten, dari kekancingan.

INFO lain :  Liputan Khusus. Proyek Gagal Pasar Kobong Kota Semarang

Bukankah itu dianggarkan dari dana keistimewaan dari pemerintah pusat?

Enggak, saya tolak.

Mengapa Anda menolak?

Itu kewajiban keraton. Keraton punya duit sendiri. Kewajiban keraton buat gunungan, bukan pakai duit pemerintah. Kami punya harga diri dan kehormatan.

Artinya, dana kesitimewaan tidak dimanfaatkan keraton untuk aktivitas?

Ada, misalnya renovasi bangunan. Tapi tidak berupa dana, berupa poyek yang melaksanakan dinas.

Uang hasil kekancingan cukup untuk membiayai aktivitas Keraton?

INFO lain :  Sidang Suap Proyek Pendidikan di Klaten, Rekanan Disdik Keseret

Ya nggak, kalau untuk renovasi ya gak cukup. Paling per tahun hanya berapa yang kami terima.

Selain Enny Supeni, ada sejumlah investor lain seperti Agung Tobing, Soekeno, Dicky Tjokrosaputra yang juga akan menyewa Sultan Ground. Mereka pengusaha yang dekat Keraton sehingga pemerinta Gunungkidul tunduk pada tekanan Keraton?

Enggak.

Anda kenal mereka kan?

Enggak.

Mereka sudah menguasai lahan, sudah mengajukan kekancingan?

Belum. Belum ada.

Ada yang bilang harus menyogok untuk mengurus kekancingan?

Nggak.

Sumber Tempo.co