Terapi Client-Centered Person, yang dikembangkan oleh Carl Rogers, berfokus pada pemahaman bahwa individu memiliki kemampuan untuk menemukan solusi yang tepat bagi diri mereka sendiri dalam suasana terapi yang mendukung. Tujuan utama dari terapi Client-Centered Person adalah untuk memfasilitasi pertumbuhan pribadi dan pemahaman diri yang lebih dalam melalui pengalaman terapeutik yang mendukung dan penerimaan sepenuhnya terhadap klien. Adapun yang digali dari terapi ini adalah potensi diri klien, refleksi perasaan serta pengalaman untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang dirinya sendiri sehingga lebih mudah menghargai diri sendiri dan mengurangi perasaan inferior.
Kesimpulan
Individu dengan gejala inferioritas cenderung merasa kecil dan tidak mampu juga tidak percaya diri. Individu dengan gangguan kepribadian menghindar sering mengalami rasa rendah diri yang mendalam.Pentingnya memahami faktor-faktor yang mendasari inferiority complex dalam konteks ini membuka jalan untuk pendekatan terapeutik yang lebih efektif dan berdaya guna bagi individu yang terpengaruh.
Referensi:
Alfaruqy, M. Z. (2021). Buku Ajar : Sejarah dan Aliran Psikologi. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.
Hidayat, D. R. (2011). Psikologi Kepribadian dalam Konseling. Bogor: Ghalia Indonesia.
Pertiwi, Y. W., Arumi, M. S., Nasir, N., Gina, F., Adetya, S., & Muzzamil, F. (2023). Buku Ajar: Pemeriksaan Psikologi Tes Bakat, Minat, dan Intelegensi. Bekasi: Program Studi Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
Santrock, J. W. (2012). Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup Edisi Ketiga belas Jilid Satu. Jakarta: Erlangga.
(Mw)
















