Perasaan Inferioritas Pada Dewasa Awal

oleh
Perasaan Inferioritas Pada Dewasa Awal
Perasaan Inferioritas Pada Dewasa Awal (Foto: Dibuat dengan Aplikasi Canva)

Berikut ini adalah tahapan Terapi Client Centered Person (dikembangkan oleh Carl Rogers) untuk Avoidant Personality Disorder (Alfaruqy, 2021):

  1. Tahap Pembukaan
  • Penerimaan dan Empati : Terapis menunjukkan penerimaan yang tidak bersyarat terhadap klien dan memahami pengalaman serta perasaannya dengan sungguh-sungguh. Ini membantu klien merasa didengar dan dipahami, yang mungkin kurang dialami dalam kehidupan sehari-hari mereka.
  • Pembentukan Hubungan Terapeutik yang Kuat: Hubungan antara terapis dan klien sangat penting dalam terapi Client-Centered. Terapis bekerja untuk membangun hubungan yang aman, terbuka, dan berdasarkan kepercayaan. Hal ini dapat membantu mengatasi rasa takut dan kekhawatiran yang mendalam yang sering dialami oleh orang dengan gangguan kepribadian menghindar.
  1. Identifikasi Masalah
  • Refleksi Perasaan: Terapis memantau dan memahami perasaan klien, serta mengembalikan informasi tersebut kepada klien untuk memastikan klien memahami dirinya sendiri.
  • Klarifikasi: Terapis membantu klien memahami dan mengklarifikasi perasaan dan pikiran klien.
  1. Ekplorasi Penyelesaian Masalah
  • Peningkatan Self-Awareness: Terapis membantu klien meningkatkan kesadaran diri mereka terhadap pikiran, perasaan, dan perilaku mereka. Ini dapat membantu klien mengenali pola-pola perilaku yang tidak sehat atau yang mungkin memperburuk gejala mereka.
  • Peningkatan Self-Esteem: Melalui pengalaman positif dari penerimaan dan dukungan dari terapis, klien dapat mengembangkan rasa harga diri yang lebih positif. Ini kontras dengan pandangan diri negatif yang sering dialami oleh orang dengan gangguan kepribadian menghindar.
  • Pendekatan Bertahap: Terapi Client-Centered cenderung mengambil pendekatan bertahap yang menghormati kecepatan dan kesiapan klien. Ini penting karena orang dengan gangguan kepribadian menghindar mungkin cenderung merasa sangat cemas atau tidak nyaman dengan keintiman emosional.
  1. Tahap penguatan dan Penutup
  • Fokus pada Potensi Klien: Terapi humanistik menekankan pada potensi individu untuk pertumbuhan dan pengembangan diri mereka sendiri. Ini bisa memberi harapan kepada klien bahwa mereka dapat mengubah pola perilaku dan pemikiran mereka.
  • Being Here”: Terapis berada di samping klien dan memberikan perhatian penuh pada klien, memungkinkan klien untuk mengekspresikan diri secara bebas.
  • Pengembangan Kesadaran: Terapis membantu klien meningkatkan kesadaran tentang dirinya sendiri dan mengarahkan diri untuk mencapai tujuan yang lebih bermakna
INFO lain :  KEPELOPORAN TUMBUHKAN KESADARAN
INFO lain :  Buku Fiksi yang Bisa Diwariskan hingga ke Generasi Kesekian

 

Pembahasan

Upaya konseling eksistensial humanistik mengembalikan keotetikan keberadaan yang dirasakan oleh klien. Tujuan konseling eksistensial humanistik adalah tumbuhnya kesadaran pada jiwa klien akan kapasitas yang tersembunyi di dalam dirinya, berupa potensi-potensi yang dapat dibuka kembali untuk pengembangan diri dan membuka diri, sehingga klien dapat mengambil tindakan-tindakan sesuai dengan kemampuannya. Konsep eksistensial humanistik memiliki dasar teori yang kuat, berkenaan dengan pengembalian pemahaman hakikat manusia sebenarnya, mendorong manusia untuk mengaktualisasikan potensi-potensi dalam diri. Setiap individual memiliki keunikan masing-masing dan mempunyai kendali akan dirinya. Eksistensial humanistik merajut kembali ketidak stabilan yang di alami klien, menjadi menemukan kembali arah pilihan hidup yang semestinya maupun bertanggungjawab pada diri pribadi akan pilihan yang sudah diambil.