Pembunuhan di Tegal, Guru Ngaji Dibacok di Depan Anak dan Istri

oleh
Pembunuhan di Tegal
Lokasi pembunuhan, guru ngaji tewas di bacok, di Kabupaten Tegal. (Foto: AL)

TegalINFOPlus. Pembunuhan sadis pecah di Kabupaten Tegal, Minggu (25/8). Seorang guru ngaji dibacok dan akhirnya meninggal di depan anak istrinya.

Korban diketahui bernama Nurkholis (45). Korban dibunuh di teras rumahnya di Pedukuhan Cergomas RT 3 RW 7, Kelurahan Pakembaran, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.

Kasatreskrim Polres Tegal, AKP Suyanto, mengonfirmasi pembunuhan tersebut. Menurut Suyanto, penganiayaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, tepat saat korban beserta keluarganya hendak keluar rumah untuk menonton karnaval.

Ketika korban melangkahkan kakinya keluar rumah, ia mendapati seorang pria yang dikenalnya tergeletak di depan rumahnya.

Tanpa firasat buruk, korban mendekati pria tersebut dan bertanya, “Ada apa?.” Namun, pertanyaan itu tidak mendapat jawaban yang jelas.

INFO lain :  Dugaan Pemalsuan Dokumen Lelang BRT Semarang 2017

Tak disangka, pria yang dikenal sebagai mantan karyawan korban ini tiba-tiba melakukan serangan brutal. Diduga, pelaku menggunakan senjata tajam untuk melukai korban.

“Terduga langsung melakukan pemukulan dan penyerangan terhadap korban, yang mengakibatkan luka serius,” ungkap AKP Suyanto, Senin, (26/8).

Sang istri yang melihat kejadian ini langsung melemparkan helm ke arah pelaku dalam upaya untuk menghentikan serangan. Namun, usaha tersebut sia-sia.

Pelaku segera melarikan diri setelah melakukan aksi kejamnya. Anak korban juga sempat mengejar pelaku, tetapi karena tubuh anak korban lebih kecil, pelaku berhasil kabur.

INFO lain :  Korupsi Bea Cukai Semarang, Kerugian Negara Rp 712 Miliar

Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke RSUD dr Soeselo oleh keluarganya. Namun, takdir berkata lain. Setelah tiba di rumah sakit dan menjalani pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Korban N meninggal dunia akibat pendarahan hebat yang menyebabkan mati lemas,” ujar dia.

Polres Tegal telah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengejar pelaku. Hingga saat ini, pelaku masih buron, meskipun polisi telah melakukan penyisiran sejak malam kejadian.

“Kami akan terus melakukan pengejaran hingga pelaku tertangkap,” tegas Suyanto.

Barang bukti berupa sepeda motor dan senjata tajam yang diduga digunakan pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian.

INFO lain :  Direktur D'Paragon Sani Goenawan Disidang atas Perkara Penipuan Rp 10 Miliar

“Kami akan segera menentukan langkah lebih lanjut, setelah terang benderang bahwa identitas terduga pelaku benar adanya,” imbuhnya.

Sementara itu, istri korban yang menjadi saksi utama dalam insiden ini masih mengalami trauma berat dan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku kaget dengan kejadian ini.

“Sekitar pukul 15.30, saat sedang bekerja di kamar, saya mendengar suara jeritan. Ketika keluar, saya melihat anak korban mengejar pelaku sambil membawa batu bata merah yang dilemparkan ke helm pelaku,” ungkapnya.