KPK Obok-obok Undip, Soroti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru

oleh
undip penerimaan mahasiswa baru
Undip bersiap menerima pendaftaran mahasiswa baru tahun 2025.

SemarangINFOPlus. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diam-diam datangi kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Selama dua hari di Undip, lembaga antirasuah ini mengambil data terkait seleksi penerimaan mahasiswa baru.

Manajer Layanan Terpadu dan Humas Undip Semarang, Utami Setyowati membenarkan kedatangan petugas KPK ke kampus Tembalang. Ia menyebut kedatangan KPK ke kampusnya dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi (Monev).

“Dapat kami informasikan bahwa benar KPK kemarin dan hari ini berkunjung ke Undip dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru, baik melalui jalur SNBP, SNBT dan jalur mandiri,” tuturnya dalam keterangan tertulis diterima Rabu (31/7).

INFO lain :  Pemkot Semarang Gandeng KPK Cegah Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

Menurut Utami, pelaksanaan Monev ini merupakan bagian dari pelaksanaan monev di Kementerian Pendidikan Kebudayaan serta Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). dan perguruan tinggi negeri, salah satunya Undip. Tujuannya adalah untuk menjaga akuntabilitas dalam penerimaan mahasiswa baru.

“Undip telah menerima KPK dan menjelaskan hal-hal terkait pelaksanaan penerimaan mahasiwa baru, baik dari proses perencanaan, pelaksanaan seleksi dan penetapan hasil,” ungkap dia.

Hal-hal yang diperiksa KPK tersebut di antaranya regulasi yang digunakan, realisasi pelaksanaan atas regulasi serta peninjauan terhadap sistem atau aplikasi yang digunakan.

INFO lain :  Penipu Ngaku Staf Gus Ipul Dituntut 3 Tahun Penjara

“Selain itu Undip juga telah memberikan data dan informasi yang diperlukan oleh KPK,” imbuh dia.

Terpisah, Wakil Ketua KPK  Nurul Ghufron menyebut kedatangan pihaknya ke Undip dalam rangka menyoroti seleksi penerimaan mahasiswa baru. Selain Undip, kampus lain di Jateng, yakni Universitas Negeri Surakarta juga disambangi.

Di waktu yang sama, penyelidik KPK juga sidak ke kantor Kemendikbudristek. Ada dua tempat di kementerian yang diobok-obok petugas, yakni Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan serta Badan Standar Kurikulum dan Assessment Pendidikan.

“Kami melakukan kegiatan inspeksi mendadak karena masih adanya pengaduaan dugaan tindak pidana korupsi dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru, meski kami sudah melakukan OTT pada 2022, serta banyaknya pemberitaan terkait manipulasi penerimaan mahasiswa yang cukup memprihatinkan,” beber dia lewat siaran pers di Instagram KPK.

INFO lain :  Mahasiswa Undip Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Wakil Rektor: Kami Selidiki

Ghufron menyebut sidak ke kementerian maupun dua kampung di Jateng dimulai pada Selasa kemarin.

“Prosesnya mulai jam 9.00 WIB. Tim kami di lapangan juga mendatangi dua perguran tinggi tersebut, semuanya masih dalam proses menginput, artinya meng-copy data di masing-masing tempat (Undip dan UNS),” jelasnya.