Studi Kasus Klien
Tes IST dan tes 16 PF diuji teskan pada subjek 1 orang untuk mengetahui hasil dan catatan pada klien. Berinisial ZR (Perempuan usia 19 tahun), saat tes klien mengalami kendala pada pendidikannya karena klien merasa memiliki kemampuan intelektual yang rendah, sehingga tes ini dapat digunakan klien sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui diaspek mana dirinya memiliki potensi lebih dan harus dikembangkan untuk karir dimasa depannya nanti.
Pada tes IST, klien ZR menmperoleh Total Raw Score = 79, Standar Score = 93, dengan nilai IQ 90. Dengan keterangan hasil pada tabel 1 di bawah ini.
| Keterangan IQ | |
| > 170 | Jenius |
| 140 – 169 | Sangat Tinggi |
| 120 – 139 | Tinggi |
| 110 – 119 | Rata – Rata Atas |
| 90 – 109 | Rata – Rata |
| 80 – 89 | Rata – Rata Bawah |
| 70 – 79 | Rendah |
| 60 69 | Sangat Rendah |
Tabel 1. Keterangan IQ
Skor IQ kilen ZR yaitu 90 yaitu berada pada kategori rata-rata. Artinya perkembangan kemampuan intelektual klien ZR berada pada kategori normal sesuai dengan kelompok usianya. Berdasarkan hasil yang diperoleh, klien ZR memiliki kemampuan flaksibilitas yang baik.
Pada hasil tes 16 PF terdapat sebaran yang merata pada setiap faktor yang di tes dengan hasil bobot yang cenderung memiliki skor rata-rata. Pada hasil Five Faktor Model nya yang masih dalam termasuk tes 16 PF terdapat sebaran hasil yang konsisten pada aspek Openness dan self-control. Pada aspek Extraversion, Anxiety, dan Independence cenderung rata-rata.
Berdasarkan hasil tes yang diperoleh, dapat dilakukan interpretasi bahwa klien ZR sebagai berikut:
- Subjek kurang dapat menangani permasalahan verbal dan numerik pada lingkup akademis. Hal ini dapat mengindikasikan rendahnya kemampuan intelektual secara umum, termasuk juga pada level akademis.
- Aspek B terlalu rendah dapat menimbulkan permasalahan konsentrasi dan motivasi.
- Pribadinya rendah hati, pasif, sopan. Ybs dapat mengakomodasi harapan orang lain dan dapat bekerjasama, cenderung mudah menyetujui pendapat orang lain.
- Penghindaran terhadap konflik adalah jalan terbaik dengan mengikuti keinginan orang lain meskipun harus mengesampingkan keinginan dan perasaan diri.
- Pribadinya dapat mengecewakan orang yang berharap mendapat peran dan partisipasi aktif dari yang bersangkutan.
- Periang, antusias, spontan dan penuh energi. Ybs memiliki semangat tinggi dan energik dihadapkan pada situasi sosial. Skor ekstrim dapat menunjukkan pribadi yang impulsif, kurang dapat diandalkan terhadap pekerjaan yang berkualitas. Kurang dapat menahan atau mengendalikan antusiasme dalam suatu situasi dan cenderung sulit untuk bersikap sopan.
- Memiliki kematangan sosial, terbuka dan berpetualang. Cukup kuat dalam menjalin kontak sosial, dapat menghadapi situasi menekan secara sosial dan cenderung mengambil resiko dengan pengalaman-pengalaman baru.
- Dirinya dapat bertindak sebagai pencari perhatian secara sosial.
- Tertutup, diplomatis, berhati-hati. Ybs merasa harus melindungi diri dan enggan untuk membuka diri terhadap hal-hal pribadinya. Ybs berhati-hati dalam mengungkapkan segala sesuatu mengenai dirinya sendiri dan memperhitungkan mengenai motivasi orang lain
Dengan demikian, klien ZR memiliki kekurangan pada kemampuan verbal dan numerik, sehingga klien ZR harus meningkatkan kemampuannya itu untuk menunjang pendidikannya. Selain itu, kemampuan verbal dan numerik mesti ditingkatakan agar klien ZR dapat lebih mudah melakukan penalaran, pengurutan, berpikir dalam pola sebab-akibat, membuat hipotesis, dan menemukan keteraturan. Meningkatnya kemampuan verbal dan numerik klien ZR memungkinkan dirinya untuk memiliki self-esteem yang lebih tinggi sehingga dirinya dapat dianggap ‘mampu’ dan bisa diandalkan dalam suatu situasi yang cenderung sulit dan mampu mengontrol dirinya untuk tidak menjadi individu ‘pencari perhatian’.
















