Tawuran 1 Tewas di Anjasmoro Semarang, Sudah Janjian di Medsos

oleh
tawuran di anjasmoro terungkap
Polisi memperlihatkan barang bukti senjata tajam dan pelaku tawuran di Anjasmoro, Semarang Barat, Kota Semarang, yang menyebabkan satu orang tewas. (Foto: Mh)

SemarangINFOPlus. Tawuran antar kelompok pemuda di Jalan Anjasmoro, Semarang Barat, Kota Semarang, tewaskan satu orang, Sabtu (15/6). Ternyata dua gank yang terlibat tawuran sudah janjian lewat medsos untuk tarung massal di jalanan.

Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus tawuran di kawasan Jalan Anjasmoro, Semarang Barat. Sebanyak delapan pemuda diamankan, satu di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Pelaku utama yang menyebabkan tewasnya korban diketahui beridentitas  Rifan Rahmadi (18), warga Kelud Selatan VIII, Petompon, Gajahmungkur, Kota Semaran.  Ia diciduk petugas Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang saat sedang nongkrong di dekat rumahnya pada Minggu (16/6) malam.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena mengungkapkan saat ini penyidik telah menetapkan satu tersangka di kasus tersebut. Tersangka Rifan diduga menjadi pelaku penyabetan senjata tajam yang menyebabkan Rafly Tangkas (19) warga Tawangmas, Semarang Barat, tewas.

Andika memastikan akan melakukan penindakan atau proses hukum lebih lanjut jika ada bukti yang cukup yang bisa menjerat tujuh pemuda lain. Saat ini mereka masih berstatus sebagai saksi dalam perkara tawuran berujung maut tersebut.

“Usai dilakukan autopsi kepada korban, benar korban meninggal kehabisan darah dan terputus arteri di bagian bawah perut. Ketujuh rekan RR kita periksa sebagai saksi tapi kita lihat kalau ada keterlibatan dengan rekan lain akan kita proses hukum juga,” tutur dia saat jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (19/6).

Dijelaskan Andika, dari hasil pemeriksaan diketahui jika pemicu tawuran kelompok korban dan pelaku adalah saling tantang di media sosial.

“Setelah sepakat, mereka kemudian menentukan tempat melakukan janji melakukan tawuran. Lalu terjadilah aksi tawuran itu,” jelas Andika.

Sementara, tersangka Rifan Rahmadi membenarkan sudah ada janjian via media sosial dengan kelompok korban untuk tawuran. Dirinya selaku admin sebuah medsos juga mengakui selaku pihak yang menerima tantangan berkelahi massal.

“Saya juga admin medsosnya. Jadi awalnya lihat kelompok lain live Instagram, kemudian saya panas-panasin, terus ditantang dan kebetulan semuanya mau untuk tawuran,” beber dia.

Kemudian Rifan dan rekan-rekannya yang saat itu tengah berkumpul, menyiapkan senjata tajam untuk bekal tawuran. Mereka berangkat ke flyover di Semarang Barat yang disepakati jadi lokasi ‘pertempuran’.

Hanya saja di lokasi tersebut kedua pihak tidak bertemu. Dan akhirnya mereka bertemu dan tawuran di Jalan Anjasmoro hingga satu pemuda belakangan diketahui meregang nyawa karena kena sabetan senjata tajam.