Wali Kota Semarang Berkantor Sementara di TPA Jatibarang

oleh
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita berkantor sementara di TPA Jatibarang guna pendampingan pemadaman kebakaran di tempat tersebut. (Foto: Gus Djoyo)

Semarang – INFOPlus. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memutuskan untuk berkantor sementara di TPA Jatibarang. Langkah ini guna mempermudah koordinasi dan pendampingan upaya pemadaman kebakaran di TPA Jatibarang.

“Hari ini saya minta pindah kantor sementara di TPA Jatibarang. Makanya saya nunggu di sini. Supaya enggak kepikiran,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Mbak Ita tersebut, Selasa (10/10).

Mbak Ita menuturkan selama upaya pemadaman dan ketika dibutuhkan pendampingan, segala aktivitasnya akan dilakukan dari lokasi tersebut. Karena itu, segala bentuk rapat internal, diskusi, disposisi dan urusan kantor dilakukan di area TPA Jatibarang.

INFO lain :  Kapolda Kalimantan Utara Irjen Daniel Aditya Jaya dampingi jenazah Brigpol Setyo Herlambang yang diautopsi di RS Bhayangkara, Semarang

“Makanya hari ini pindah berkantor di TPA Jatibarang. Mungkin besok juga di sini aja,” katanya.

“Melihat situasi, kalau besok masih diperlukan pendampingan saya akan di sini dulu. Rapat-rapat sementara di sini. Temen-temen mau konsultasi di sini,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam satu bulan terakhir kebakaran terjadi di TPA Jatibarang selama empat kali. Terakhir, pada Jumat (6/10) terjadi di zona pembuangan sampah atau zona aktif.

Zona aktif yang terbakar diduga seluas 5 hektare, sehingga perlu upaya optimal untuk pemadaman. Termasuk dengan meminta bantuan helikopter Water Bombing dari BNPB dan water injection atau penyuntikan air ke dalam bara api yang ada di dalam tumpukan sampah.

INFO lain :  PT Swisstex Naratama Indonesia Ajukan PKPU, PT Damatex Salatiga Terancam Pailit

Tak hanya itu, Mbak Ita juga menginstruksikan kepada para camat dan lurah untuk melakukan inventarisir pendataan dan memetakan lahan kering di wilayahnya masing-masing. Hal itu guna mengantisipasi persoalan kebakaran lahan kosong.

Hal ini menyusul banyak kejadian kebakaran di Kota Semarang yang terjadi pada lahan kosong yang dipenuhi tanaman dan rumput ilalang kering.

INFO lain :  Dua Bocah Pembunuhan Sopir Go Car Dituntut 10 dan 9 Tahun Penjara

“Ini juga pembelajaran, kaitannya dengan rakor kemarin. Bahwa ini loh temen-temen Damkar, BPBD, relawan masih harus berjuang bergulat di TPA,” katanya.

Sehingga, tambah dia, camat dan lurah harus bisa menjaga dari potensi bahaya kebakaran, seperti kebakaran alang-alang.

“Saya minta ada inventarisir pengumpulan data dari lurah camat wilayah potensi kebakaran yang besar, akan kami kirimi surat agar ikut menjaga dan handarbeni. Apalagi cuaca panas seperti ini, potensi kebakaran banyak. Mohonlah bisa bersih bersih minimal di wilayah masing-masing,” imbuh Mbak Ita. (Ags/Mw)