7 Tahun Pendekar Hukum Adnan Buyung Nasution Berpulang, Kisah Mendirikan LBH dan YLBHI

oleh
Adnan Buyung Nasution.

Mendapatkan tanggapan itu, Buyung semakin terpacu untuk mendapatkan banyak persetujuan. Lantas dia pun mencoba mendekati banyak petinggi hukum, seperti Yap Thiam Hien, Lukman Wiryadinata, dan Ali Moertopo. Melalui Ali Moertopo inilah ide mendirikan Lembaga Bantuan Hukum sampai di telinga Presiden Soeharto.

Tak berselang lama, Buyung akhirnya mendapatkan persetujuan dan dukungan dari pemerintah. Tak hanya dari Soeharto, Buyung juga mendapat dukungan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin. Setelah mendapat banyak dukungan, Buyung kemudian mendirikan LBH yang diidamkannya itu. Lembaga Bantuan Hukum resmi didirikan pada 28 Oktober 1970. Buyung sendiri yang menjadi ketuanya kala itu. Pada acara peresmian, Buyung juga mendapatkan bantuan berupa 10 skuter dari pemerintah.

Selama masa hidupnya, Adnan Buyung Nasution dikenal sebagai pengacara senior yang handal. Berkat pria yang selalu tampil necis dan jambul rambut perak, kini LBH banyak didirikan di Indonesia sebagai lembaga hukum independen dalam membantu kaum lemah menghadapi berbagai proses hukum.

INFO lain :  Tanggung Hutang Rp 36 Triliun, Duniatex Grup dan Pemilik Siap Bayar
INFO lain :  Pemalsu Merek Jeans Loise dan Athan Loise di Pekalongan Dipidana 1 Tahun Penjara

Riwayat Pekerjaan Adnan Buyung Nasution

INFO lain :  Oenny Jauwhannes dan Istri, Pemilik PT. Indo Agung Surya Motor Divonis Pidana Percobaan Atas Perkara Penipuan

2007-2009: Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
1981-1983: Ketua Umum YLBHI
1977: Ketua DPP Peradin
1970-1986: Direktur/Ketua Dewan Pengurus LBH
1969-sekarang: Advokat atau Konsultan Hukum Adnan Buyung & Associates
1966-1968: Anggota DPRS atau MPRS
1966 : Ketua KASI (Kesatuan Gerakan Sarjana Indonesia)
1957-1968: Jaksa/Kepala Humas Kejaksaan Luhur

Sumber Tempo