Menjaga Rupiah

oleh

Sektor pariwisata diupayakan lebih mendorong banyak turis datang ke Indonesia dan mendatangkan devisa. Menciptakan stabilitas politik dan keamanan dan bidang lain untuk memberi kepercayaan investor, wisatawan asing, dan masyarakat harus digaungkan secara masif oleh BI, pemerintah, dan segenap komponen bangsa, dan tidak sebaliknya.

Keempat, konsumsi masyarakat diupayakan tidak banyak mengkonsumsi impor atau banyak melakukan permintaan dan menggunakan dolar. Semakin mahalnya dolar membuat barang produksi dalam negeri akan semakin banyak diminati dan menjadi pilihan masyarakat. Pilihan yang terbaik saat ini, kalau membeli barang impor yang memberatkan dan mahal, mengapa tidak menggunakan atau membeli barang atau konsumsi dalam negeri? Tambah lagi, kita sebagai bangsa Indonesia diharapkan mencintai produk sendiri.

Hal lain yang perlu dijaga adalah bahwa konsumsi rumah tangga sangat sensitif terhadap kenaikan harga-harga seperti pangan. Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan tingkat inflasi masih cukup rendah dan optimistis dalam kondisi cukup terjaga.

INFO lain :  Bertarunglah, Menanglah, dan Jadikan Namamu Abadi
INFO lain :  KEPELOPORAN TUMBUHKAN KESADARAN

Pada akhirnya, upaya dan kebijakan pemerintah untuk menjaga rupiah merupakan kebijakan publik yang perlu ditopang oleh sikap bijaksana dari seluruh masyarakat sebagai bangsa Indonesia. Perlu disadari bahwa kebijakan ekonomi publik berangkat dari teori ekonomi yang selalu mengandung trade off dan tantangan. Semoga langkah dan upaya kita bersama dalam menjaga dan mencintai rupiah dapat meredam dan menenangkan gejolak.

INFO lain :  Eks Koruptor dan Ambiguitas KPU
Edy Sutriono Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Riau; tulisan ini pendapat pribadi, tidak mencerminkan kebijakan institusi tempat penulis bekerja.
Sumber Detik.com