Bertarunglah, Menanglah, dan Jadikan Namamu Abadi

oleh

Jakarta – “Kepada seluruh atlet kebanggaan Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018, ingatlah sejarah hanya mengabadikan nama para juara. Maka bertarunglah, menanglah dan jadikan namamu abadi. Ayo, Indonesia. Indonesia Juara!”

Tidak hanya sekadar pesan memotivasi agar kita bisa meraih juara dan menjadi yang terbaik, di Asian Games 2018 yang bergulir 18 Agustus 2018 hingga 2 September 2018 nanti, tetapi ini adalah sebuah pesan kepada para pahlawan olahraga yang akan berlaga mempertaruhkan diri demi kehormatan bangsa. Sejarah adalah milik para pemenang. Ya, sejarah memang tidak akan pernah bisa berlaku adil kepada para pecundang, yang akan segera dilupakan, sementara bagi pemenang, nama mereka akan terus dikenang, diabadikan, hingga anak cucu tiada henti memanggil namanya dari generasi ke generasi.

Seringkali kita membesarkan hati dengan mengatakan bahwa kegagalan adalah kemenangan yang tertunda, kemenangan bukan segalanya atau kalimat sejenisnya. Ada juga yang bilang yang penting bermain dengan penuh semangat itu sudah lebih dari cukup daripada sekedar menjadi pemenang dan juara.

INFO lain :  Realisme Kejahatan Politik

Meski tak sepenuhnya salah, namun kekalahan atau kegagalan tentu bukan hal yang menyenangkan jika proses dan jalan yang kita tempuh sudah penuh dengan peluh, darah dan air mata untuk meraih kemenangan itu. Bukankah pepatah bijak juga mengatakan tiada hasil yang mengingkari proses panjang yang telah kita lewati?

56 tahun lamanya hingga akhirnya kesempatan menjadi tuan rumah Asian Games akhirnya datang kembali. Kita patut berbangga karena kembali dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games. Kita pernah menjadi tuan rumah pertama kali pada 1962, saat usia Republik kita masih muda, 17 tahun. Pemerintah kita saat itu punya mimpi besar, agar Indonesia dilihat oleh dunia. Asian Games adalah pesta olahraga Asia yang dirintis ketika kekuatan ideologi imperialisme barat mulai runtuh dan bangsa-bangsa di Asia mulai mendapat kemerdekaannya. Artinya, Asian Games menjadi momentum bagi lahirnya nasionalisme dan solidaritas di antara bangsa-bangsa Asia. Saat usia Republik kita masih belia itu pula catatan prestasi olahraga terbaik kita torehkan, dengan meraih posisi kedua diantara negara-negara di Asia. Asian Games menjadi momentum membangkitkan semangat dan mentalitas sebagai bangsa pemenang dan juara.

INFO lain :  Catatan Suram Pasangan Kandidat
INFO lain :  Energi Perdamaian dari Arena Pertandingan

Saya sangat yakin, di tengah dahaga panjang kita akan prestasi dunia olahraga saat ini, kita ingin bangsa kita bisa merasakan kembali semangat dan mentalitas sebagai pemenang dan juara dari kemenangan yang lahir dari setiap arena pertandingan. Indonesia butuh pencapaian baru, sebuah tonggak, suatu milestone, yang dibangun oleh tangan dan kaki generasi terbaru. Karena kita tak bisa lagi terus menerus mengingat-ingat kemenangan dan rasa lama yang dulu pernah ada, saat negara tetangga kita terus melaju dan memancangkan target-target prestasi olahraga dan aksi yang sudah jauh lebih baik daripada kita.