Urgensi Mecegah Terjadinya Bullying
Oleh : Ratih Dewanti & Tugimin Supriyadi
Perilaku membuli belakangan ini sudah sangat meresahkan masyarakat kita , hal ini karena begitu banyaknya kasus bullying yang terjadi di sekitar kita. Seperti kita ketahui Bersama melalui media sosial, bullying terjadi hampir merata di kota-kota besar di Indonesia, seperti penganiayaan Brutal di Cilacap, Dimana seorang siswa SMP di Cilacap, Jawa Tengah, menjadi korban penganiayaan brutal oleh teman-temannya, yang direkam dalam video berdurasi 4 menit 14 detik.
Pembulian “Peloncoan” di Babelan, Bekasi juga terjadi, dimana sejumlah remaja melakukan penganiayaan terhadap juniornya, dengan cara memukul mereka dengan sandal. Aksi “Smackdown” juga terjadi di Balikpapan, Ketika seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun menjadi korban penganiayaan oleh dua pelaku seusianya di lingkungan Masjid Darussalam, Balikpapan.
Pembulian selanjutnya juga terjadi pada Siswi SD dicolok tusuk bakso hingga Buta di Gresik, dimana seorang siswi kelas 2 SD di Menganti, Gresik, Jawa Timur, mengalami kebutaan permanen setelah matanya dicolok tusuk bakso oleh kakak kelas. Kasus yang hampir sama, kekerasan Pelajar SMK di Cimahi, sejumlah pelajar SMK di Cimahi, Jawa Barat, melakukan kekerasan terhadap teman mereka, yang direkam dalam video.
Kasus lain, anak SD Meninggal Dikeroyok Kakak Kelas di Medan, seorang siswa SD berusia 8 tahun itu meninggal dunia setelah dianiaya oleh kakak kelasnya. Bullying di Pontianak, seorang anak berambut pirang melakukan penganiayaan terhadap temannya, yang direkam dalam video. Siswa SD dibully hingga patah tulang di Sukabumi, Dimana seorang siswa kelas 3 SD di Sukabumi mengalami patah tulang setelah dianiaya oleh teman-temannya .
Mencermati beberapa kasus bullying di atas, maka perlu adanya pencegahan yang nyata dan signifikan terhadap perilaku bullying tersebut. Sehingga bisa mengurangi kekhawatiran Masyarakat kita.
Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang terhadap seseorang yang lebih lemah, dengan tujuan untuk menyakiti atau mengintimidasi. Bullying dapat terjadi di berbagai tempat, termasuk sekolah, tempat kerja, dan bahkan di media sosial.
Albert Bandura, Psikolog Kanada yang dikenal dengan teori belajar sosial, menjelaskan bagaimana perilaku agresif dapat dipelajari melalui observasi dan imitasi. Sedangkan menurut Dan Olweus, Psikolog Norwegia yang dianggap sebagai pionir dalam studi bullying. Olweus mengembangkan definisi bullying sebagai “perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang terhadap seseorang yang lebih lemah”.
















