Seseorang yang terancam jiwanya sebaiknya tidak ragu melaporkan tindakan bullying, jadi korban bullying harus melaporkan kejadian bullying kepada pihak yang berwenang, seperti sekolah atau polisi. Dengan melaporkan pembuli, maka bisa jadi pembuli akan merasa takut dan segan untuk membully.
Contoh nyata menghindari terjadinya pembulian, sebaiknya pihak sekolah atau instansi terkait menciptakan Lingkungan yang aman, yakni Lingkungan yang mendukung dan mencegah bullying dengan memasang kamera pengintai CCTV atau memberdayakan keamanan sekolah dengan melibatkan Security yang terus melakukan patroli di tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya pembulian.
Selanjutnya yang tidak kalah penting Adalah mendidik anak-anak mengerti bagaimana caranya mengetahui apa itu bullying dan bagaimana cara mengatasinya. Peran orang tua mengatasi bulliying salah satunya adalah dengan secara aktif mengawasi Media Sosial anak, orang tua harus mengawasi aktivitas anak-anak di media sosial untuk mencegah bullying online. Dengan memahami dampak psikologis bullying dan cara mengatasi serta mencegahnya, kita dapat membantu korban bullying dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung. (*)
# Ratih Dewanti adalah praktisi psikologi &
Tugimin Supriyadi adalah praktisi psikologi dan dosen Fakultas Psikologi Ubhara Jaya Jakarta.
















