Semarang – INFOPlus. Bermaksud membubarkan perkelahian, seorang warga di Kota Semarang malah jadi korban pengeroyokan. Kasus ini ditangani Polrestabes Semarang.
Maksud baik tidak selalu bisa diterima dengan baik. Hal tersebut dialami Suranto (39), warga Kecamatan Semarang Tengah. Kota Semarang. Berniat membubarkan perkelahian, ia malah babak belur lantaran dikeroyok.
Kejadian pengeroyokan yang menimpa Suranto terjadi di depan Stadion Citarum, Minggu (21/7) dini hari. Insiden tersebut terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian dan sempat menjadi perhatian netizen usai diunggah di media sosial.
Dari rekaman video CCTV tersebut, korban Suranto terlihat dikeroyok oleh sejumlah pelaku yang mengendarai empat sepeda motor. Mereka ada yang berboncengan dua dan tiga orang.
Korban Suranto menjelaskan apes yang menimpa bermula saat dirinya hendak meminta pulang para pelaku karena diketahui hendak melakukan perkelahian dengan pihak lain. Bukannya bubar, mereka tersebut justru menantang dan mengeroyoknya korban hingga babak belur.
“Saya mau usir mereka. Kalau mau ribut jangan di area sini. Setelah itu, mereka malah mengeroyok saya. Dipukul macam-macam. Kepala kena batu, tangan kena gesper, tempat sampah juga dilempar dan leher saya juga diinjak,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Senin (22/7) sore.
Akibat kejadian tersebut, Suranto sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Ia selanjutnya melapor peristiwa yang dialami ke Mapolrestabes Semarang guna mendapat keadilan.
Sementara, Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena membenarkan ada laporan pengeroyokan yang menimpa korban Suranto. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.
Hasil penyelidikan berhasil mengidentifikasi sejumlah orang yang diduga menjadi pelaku penganiayaan bersama. Mereka langsung dicokok dan dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan.
Dari 10 orang yang diamankan, yang diduga terlibat pengeroyokan ada sebanyak 6 orang.
“Enam orang diamankan pada hari Minggu di rumah masing-masing dan rata-rata sudah berusia dewasa. Saat ini sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami motif utama kejadian tersebut,” kata dia. (Mh) []















