Misteri Kematian Pemuda di Sungai Sambong Batang Terungkap, Korban Tawuran Geng

oleh
Polres Batang ungkap kasus tawuran di atas jembatan Sambong
Polres Batang ringkus pelaku tawuran di jembatan Sungai Sambong yang tewaskan satu pemuda. (Foto: AL)

BatangINFOPlus. Misteri kematian pemuda di Sungai Sambong, Batang, akhirnya terungkap. Pemuda tersebut menjadi korban tawuran antargeng. Polisi meringkus 13 pelaku tawuran.

Korban diketahui bernama Muhammad Ganesha (16), warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Jenazahnya ditemukan di bawah jembatan Sungai Sambong, Rabu (19/6) pagi.

Polres Batang memastikan bahwa Ganesha merupakan korban tawuran antargeng yang terjadi pada malam Idul Adha. Terkait kasus ini, polisi berhasil menangkap delapan pelaku dewasa dan lima pelaku di bawah umur.

“Korban merupakan korban penganiayaan secara bersama-sama oleh para pelaku,” ungkap Wakapolres Batang Kompol Hartono dalam konferensi pers pada Rabu (26/6).

INFO lain :  Pendapat Ahli ini Menyatakan M Khadik, Triwobowo Dkk Terlibat Korupsi Uji KIR Dishub Kota Semarang

Hartono menjelaskan, tewasnya Ganesha bermula dari tawuran antara dua geng di jembatan Kali Sambong pada Senin (17/6) pukul 00.00 WIB.

Geng Gaza yang hanya beranggotakan sepuluh orang, termasuk korban Muhammad Ganesha, harus berhadapan dengan gabungan geng Amerika 252, Utara 27, Utara 28, Utara Original, Kampung Bengong, dan Histeri Kabupaten yang berjumlah hingga 30 orang.

“Dalam perjanjian tersebut, mereka menggunakan tangan kosong. Tapi sebelumnya sudah saling tantang di media sosial. Jadi, masing-masing kelompok memiliki admin yang mengatur pertemuan di jembatan Sambong,” jelas Wakapolres.

INFO lain :  Gangster Bacok 3 Pemuda di Meteseh Semarang Diringkus

Ketika kedua kubu bertemu di jembatan Sambong, geng Gaza yang kalah jumlah akhirnya melarikan diri. Sayang, Muhammad Ganesha tidak seberuntung teman-temannya dan menjadi korban penganiayaan yang menyebabkan kematiannya.

Selain Ganesha, ada korban lain yang mengalami luka berat dan saat ini sedang dirawat di RSUD Kalisari, Batang.

“Modus pelaku adalah penganiayaan secara bersama-sama dengan menggunakan tangan kosong, senjata tajam, dan batu. Para pelaku sudah merencanakan dan membagi peran masing-masing,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan diketahui para tersangka sudah mempersiapkan alat-alat yang digunakan dalam tawuran tersebut.

INFO lain :  PPK di BTP Semarang mengakui ditugasi cari uang Rp1 M untuk THR

Barang bukti yang diamankan polisi antara lain celurit berwarna biru, celurit tanpa gagang, dua buah batu, samurai dengan gagang biru, gobang dengan gagang hitam, dan golok yang dibalut kain putih.

“Semuanya sudah dipersiapkan oleh masing-masing pelaku. Alat-alat ini sengaja dibawa meskipun dalam perjanjian awal hanya menggunakan tangan kosong,” lanjutnya.

Setelah kejadian, para pelaku melarikan diri. Mereka berusaha menghindari kejaran polisi dan masyarakat setempat.

Para pelaku kini menghadapi ancaman hukuman berat. Mereka disangka melakukan penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan luka berat hingga kematian.