MENGAPA LAGU SILIWANGI MENGGEMA SAAT SESEORANG MENJELANG BERPULANG? Sebuah Catatan Psikologis dan Budaya Oleh: Ricka Comara Dewi,M.Psi.,Psikolog & Dr. Tugimin Supriyadi, Psi.

oleh

📚 Daftar Sumber & Referensi
Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog — Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada; pakar psikologi budaya, kesehatan jiwa, dan psikologi agama. Karyanya membahas bagaimana budaya dan keyakinan menjadi sumber ketenangan dan makna, termasuk dalam menghadapi kematian.
Mumuh Muhsin Z. (2012) — Pajajaran dan Siliwangi dalam Lirik Tembang Sunda. Jurnal Panggung, Universitas Padjadjaran; menguraikan bagaimana nama Siliwangi menjadi simbol sejarah, identitas, dan kebanggaan budaya dalam karya sastra dan nyanyian masyarakat Sunda.
Penelitian Terapi Musik Paliatif — Seperti kajian di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta (2020-an) tentang pengaruh musik yang bermakna menurunkan tekanan batin pasien menjelang akhir hayat; serta tinjauan ilmiah terbaru yang mengonfirmasi peran musik menumbuhkan rasa aman, keutuhan diri, dan kenyamanan batin di masa akhir kehidupan.
Kajian Semiotika Siliwangi — Penelitian yang menjelaskan makna simbolik nama Siliwangi: keagungan, kesucian, ketabahan, serta perlindungan leluhur yang tertanam dalam kesadaran budaya masyarakat.
Kearifan Lokal: Wangsit Siliwangi — Warisan pesan luhur yang berisi ajaran saling menghargai, melindungi, dan menjaga akar budaya; diyakini sebagai “penuntun batin” yang tetap hadir melintasi waktu.(*)

INFO lain :  Dampak Psikologis Amnesti dan Abolisi  Untuk Hasto Kristanto dan Tom Lembong Oleh : Dr. Tugimin Supriyadi, S.Psi.,MM.,Psikolog