- Teori Behaviorisme John B. Watson, B.F. Skinner, berfokus pada perilaku yang dapat diamati dan diukur, mengabaikan proses mental internal. Menurut teori ini, perilaku manusia adalah hasil dari pembelajaran melalui interaksi dengan lingkungan.
Pengkondisian Klasik (Classical Conditioning): Dikembangkan oleh Ivan Pavlov, proses ini melibatkan pembelajaran melalui asosiasi antara stimulus netral dan stimulus yang memiliki makna.
Pengkondisian Operan (Operant Conditioning): Diperkenalkan oleh B.F. Skinner, ini melibatkan pembelajaran melalui konsekuensi dari perilaku, seperti penguatan (reinforcement) dan hukuman (punishment). Behaviorisme telah berkontribusi pada perkembangan terapi perilaku dan teknik pengajaran. Namun, teori ini dikritik karena mengabaikan aspek kognitif dan emosional dari perilaku manusia.
- Teori Humanistik Carl Rogers Abraham Maslow, menekankan potensi pertumbuhan pribadi dan pencarian makna hidup. Ini adalah pendekatan yang lebih positif terhadap psikologi manusia.
Hierarki Kebutuhan Maslow: Abraham Maslow memperkenalkan hierarki kebutuhan yang terdiri dari lima tingkat, mulai dari kebutuhan fisiologis dasar hingga aktualisasi diri. Menurut Maslow, individu termotivasi untuk memenuhi kebutuhan dasar sebelum mencapai potensi penuh mereka.
Terapi Berpusat pada Klien (Client-Centered Therapy): Carl Rogers mengembangkan terapi yang berfokus pada empati, penerimaan tanpa syarat (unconditional positive regard), dan kongruensi antara pengalaman dan kesadaran diri.
Teori Humanistik telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang terapi dan konseling dengan pendekatan yang lebih manusiawi. Namun, teori ini dikritik karena kurangnya basis empiris yang kuat dan dianggap terlalu idealistis.
- Teori Kognitif Jean Piaget, Albert Bandura dan Aaron Beck, berfokus pada proses mental seperti berpikir, mengingat, dan memecahkan masalah. Ini menekankan pentingnya struktur kognitif dan proses pembelajaran. Teori Perkembangan Kognitif Piaget: Jean Piaget mengusulkan bahwa anak-anak melewati empat tahap perkembangan kognitif: sensorimotor, praoperasional, konkret operasional, dan formal operasional. Setiap tahap ditandai oleh kemampuan kognitif yang berbeda.
Teori Belajar Sosial Bandura: Albert Bandura menekankan pentingnya belajar melalui observasi dan modeling. Konsep self-efficacy atau keyakinan diri juga menjadi bagian penting dari teori ini.
Terapi Kognitif Beck: Aaron Beck mengembangkan terapi kognitif yang berfokus pada mengubah pola pikir negatif untuk mengatasi gangguan emosional.
















