Semarang – INFOPlus. Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus pembacokan gangster yang tewaskan mahasiswa Udinus. Enam anggota gengster ditetapkan tersangka, tiga di antaranya pelaku utama pembacokan korban.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan enam tersangka berasal dari gengster yang beda, yakni All Star dan Witchsel019.
“Ada enam tersangka yang diamankan. Kami juga sedang kejar pelaku (tawuran) lainnya,” ujarnya saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Kamis (19/9).
Irwan Anwar menyebut tiga gangster All Star adalah pelaku utama pembacokan yang tewaskan Muhammad Tirza Nugroho Hermawan, 21, mahasiswa Udinus asal Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.
Ketiganya adalah Rico Sandova (23) warga Bulu Lor, Semarang Utara, Bagas Rizky (21) warga Gisikdrono, Semarang Barat dan Raden Ricky (20) warga Manyaran, Semarang Barat.
“Tersangka utama yaitu Rico, Raden Ricky, Bagas Rizky, mereka yang membacok korban Muhammad Tirza Nugroho Hermawan, mahasiswa Udinus hingga meninggal,” ujar dia.
Setelah melakukan penganiayaan dengan senjata tajam, ketiga pelaku langsung kabur meninggalkan korban yang terkapar bersimbah darah di lokasi kejadian, depan SPBU Jalan Kelud Raya, Sampangan.
Sementara dari gangster Witchsel019, masing-masing Roni Hasim (22) warga Lamper Tengah, Semarang Selatan, Bagus Ardhi (22) warga Candi, Candisari dan Ifan Bintang (17) warga Sekaran, Gunungpati.
Menurut Irwan, dua gangster tersebut diketahui janjian untuk duel dengan senjata tajam dan akhirnya bertemu di Sampangan. Nahas, melintas korban dan rekannya yang dikira oleh kelompok All Star merupakan anggota Witchsel019. Hingga akhirnya terjadi peristiwa nahas terhadap korban.
Ditambahkan, empat tersangka diamankan di Kota Semarang, sedangkan dua pelaku lainnya sempat melarikan diri dan akhirnya berhasil ditangkap di Subang, Jawa Barat.
Sementara itu, tersangka Rico mengaku sebelum melakukan pembacokan terhadap korban, kelompoknya janjian duel dengan Witchsel019 3 vs 3 di Jalan Tumpang. Namun akhirnya bertemu di sekitar Taman Sampangan.
Hanya saja, lanjut dia, Witchsel019 datang dengan anggota yang lebih banyak sehingga kawanannya mundur ke depan SPBU. Bersamaan dengan itu, melintas korban berboncengan dengan temannya yang dikira anggota Witchsel019.
Merasa dikejar Rico akhirnya melawan. Ia langsung mengayunkan senjata tajamnya ke arah korban dan temannya.
“Saya memberanikan diri melawan, putar arah tapi mau ketabrak sama korban. (Setelah membacok) korban jatuh, saya tetap melanjut mengejar Witchsel019. Tapi ternyata Ricky sama Bagas bacoki korban,” beber dia.















