Batang – INFOPlus. Polres Batang berhasil mengungkap kasus pencurian tabung gas melon atau elpiji ukuran 3 kg di Desa Banyuputih, Batang. Tiga tersangka berhasil diringkus dengan barang bukti hasil curian.
Tim Resmob Polres Batang berhasil membekuk tiga tersangka komplotan pencurian tabung gas melon lintas kota.
Ketiganya berinisial, KS (34), MES (30), dan RC (34), yang berasal dari Kendal dan Semarang, ditangkap setelah melarikan diri dari kejaran petugas.
Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Batang pada Selasa (20/8), Kapolres Batang AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo, menjelaskan bahwa para pelaku beraksi dengan menggunakan sebuah mobil Toyota Avanza berwarna silver dengan nomor polisi H 1604 PE.
“Mereka menggunakan mobil tersebut untuk mengangkut tabung gas yang dicuri dari sebuah toko sembako milik Atun Mistonah (54),” ungkap Nur Cahyo.
Menurut Nur Cahyo, aksi pencurian ini telah direncanakan dengan matang. Para pelaku terlebih dahulu melakukan survei terhadap lokasi target. Mereka memilih toko Atun Mistonah sebagai sasaran setelah memantau situasi di sekitar toko selama beberapa hari.
Pada Kamis (15/8) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, mereka kembali ke lokasi dan mulai melancarkan aksinya.
Dengan menggunakan gunting besi, ketiga pelaku memotong gembok pintu toko dan menggasak 51 tabung gas, yang terdiri dari 17 tabung berisi gas dan 34 tabung kosong.
Mereka kemudian memasukkan barang curian tersebut ke dalam mobil Avanza, yang jok belakangnya telah dilepas untuk memberi ruang lebih.
Namun, aksi mereka tak luput dari kecurigaan Tim Abirawa Polres Batang yang sedang berpatroli di wilayah Banyuputih dan Gringsing.
Polisi melihat mobil Toyota Avanza berwarna silver yang terparkir di pinggir jalan Pantura. Saat mobil tersebut bergerak, tim memutuskan untuk membuntutinya.
Sayangnya, mobil tersebut berhasil menghilang dari pantauan petugas. Namun, berkat laporan pencurian dari toko Atun Mistonah, polisi segera melakukan penyisiran dan pencegatan di Pos Polisi Luwes.
Sempat berhasil kabur, mereka akhirnya berhasil ditangkap di dua lokasi berbeda di Kendal pada siang harinya.
Penangkapan ini membuka tabir tentang adanya jaringan kriminal antarkota yang telah melakukan serangkaian pencurian di berbagai wilayah di Jawa Tengah sejak Juni 2024. Para pelaku mengaku telah melakukan aksi serupa di sembilan lokasi berbeda dengan total kerugian mencapai ratusan tabung gas.
Di Batang, mereka mencuri 80 tabung gas di Bandar, 80 tabung gas di Gringsing, 50 tabung gas di Tulis, dan 3 dirigen Pertalite di Reban. Di Pekalongan, mereka mencuri 32 tabung gas di Kajen.















