Membangun Soft Skills dan Hard Skills Melalui Pengenalan Potensi Diri dengan Alat Psikologi: Cara Mengelola Kecemasan pada Dewasa Awal

oleh
Membangun Soft Skills dan Hard Skills Melalui Pengenalan Potensi Diri dengan Alat Psikologi: Cara Mengelola Kecemasan pada Dewasa Awal
Membangun Soft Skills dan Hard Skills Melalui Pengenalan Potensi Diri dengan Alat Psikologi: Cara Mengelola Kecemasan pada Dewasa Awal (Foto: Dibuat dengan aplikasi Canva)

Subjek memiliki kemampuan imajinatif, kontemplatif dan berorientasi pada ide. Subjek akan lebih berorientasi pada ide daripada fakta-fakta yang ada. Terfokus pada pikiran, imajinasi dan fantasi. Hal ini seringkali menghasilkan gagasan dan teori-teori yang seringkali kreatif. Subjek merasa harus melindungi diri dan terkadang enggan untuk membuka diri terhadap hal-hal pribadinya karena berhati-hati dalam mengungkapkan segala sesuatu mengenai dirinya sendiri dan memperhitungkan mengenai motivasi orang lain, sehingga subjek dapat menjaga privasi dan sedikit dalam mengembangkan keterdekatan hubungan/cenderung menjaga jarak.

Percaya dengan diri sendiri, penyendiri dan indvidiualistik, subjek menikmati kesendirian dan memilih melakukan kegiatan berpikir dan mengambil keputusan sendiri. Otonomi tinggi dalam berpikir dan bertindak.Namun subjek masih kurang nyaman bekerjasama dengan orang lain atau cenderung menghindar dari konsekuensi interpersonal.

Intervensi

Pada kasus ini, intervensi yang dapat diberikan kepada subjek CBT (Cognitive BehaviorTherapy) dimana bertujuan untuk mengubah pola pikir subjek agar lebih positif dan berperilaku adaptif. CBT sendiri merupakan psikoterapi yang menggabungkan antara terapi perilaku dengan terapi kognitif yang didasarkan pada asumsi bahwa perilaku manusia secara bersamaan dipengaruhi oleh pemikiran, perasaan, proses fisiologis dan konsekuensinya pada perilaku. Selain itu, disarankan untuk menciptakan lingkungan yang mempromosikan kepercayaan dan pemahaman. Memberikan kesempatan untuk interaksi satu lawan satu atau pengaturan kelompok yang lebih kecil dapat bermanfaat, karena ini memungkinkan subjek merasa lebih nyaman dan lebih mungkin untuk mengekspresikan diri. Karena dapat mendorong subjek untuk terlibat dalam kegiatan atau hobi yang selaras dengan minat mereka juga dapat membantu membangun koneksi dan membangun kepercayaan diri.

INFO lain :  Atasi Polisi Bunuh Diri. Pengamat Sarankan Pemegang Senpi Diperketat Psikotest
INFO lain :  KEPELOPORAN TUMBUHKAN KESADARAN

 

Kesimpulan

Kecemasan merupakan suatu pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dan ketidakmampuan menghadapi masalah atau tidak adanya rasa aman. Situasi tersebut menimbulkan tekanan secara masif pada masa pertumbuhan. Memahami kondisi kecemasan sejak awal, akan mampu menangkal secara dini munculnya potensi dampak negatif. Mengelola kecemasan pada dewasa awal adalah proses yang memerlukan kesabaran dan pengembangan keterampilan tertentu. Dengan mempraktikkan teknik-teknik ini secara konsisten dan mencari dukungan yang tepat untuk dapat meningkatkan kualitas hidup dan menghadapi tantangan dengan lebih tenang dan percaya diri.