Pada IST, klien mendapatkan dengan nilai IQ 79.Yang berarti di bawah rata – rata.
Hasil dari subjek yang telah melakukan pemeriksaan psikologi, subjek merupakan mantan karyawan di suatu Perusahaan di Jakarta, banyak sekali yang di alami subjek sehingga subjek menjadi kesepian, kurang percaya diri dan merasa tidak di hargai oleh lingkungan nya, dia sering sekali mensalahartikan perkataan dari teman karyawan nya tersebut, seolah olah karyawan tersebut sedang mencemooh atau membuli si subjek ini dan sebenrnya dia hanya merasa kurang percaya diri sehingga menimbulkan Tingkat kecemasan yang berlebih. Subjek lebih suka dalam kesendirian Dimana subjek sangat senang dengan situasi yang sedang ia jalani, subjek sangat berhati – hati dengan lawan bicaranya karena dia takut akan menceritakan kisah pahitnya dengan lawan bicara yang baru ia kenal sehingga nanti akan menimbulkan hal-hal yang tidak di inginkan. Subjek tidak suka hal yang terencana atau tersusun rapih, ia lebih suka hal – hal yang spontanitas dan tidak perlu dengan berpikir dua kali. Subjek sangat ahli didalam menjaga hal – hal yang berbau privasi dan enggan membicarakan privasi temannya ke orang lain karena itu sangat tidak menguntukan bagi si subjek tersebut. Merasa gelisah, ragu-ragu dan cenderung merasa bersalah. Subjek merasa cemas mengenai segala sesuatu mengenai perasaan cemas dan tidak aman. Perasaan ini dapat terjadi karena kondisi saat ini atau karakteristik dari Subjek. Kecemasan dapat sebagai antisipasi dari bahaya, dan dapat sensitif terhadap reaksi orang lain termasuk antisipasi dari konsekuensi tindakan, hal ini juga dapat menyakitkan dan menjadi kesan buruk secara sosial. Percaya dengan diri sendiri, penyendiri dan indvidiualistik. Subjek menikmati kesendirian dan memilih melakukan kegiatan berpikir dan mengambil keputusan sendiri. Otonomi tinggi dalam berpikir dan bertindak. Subjek mampu menutupi dirinya ketika dirinya sedan gada permasalahan dan tidak ingin permasalahan itu mencuat atau menceritakan permasalahan it uke teman – temannya dan mungkin ini yang menjadi subjek merasa diri dia tidak di hargai dan merasa selalu kesepian sehingga ia menjadi seorang yang introvert.
Kesimpulan
menggambarkan seseorang yang cenderung tertutup, formal, dan menjaga jarak dengan orang lain. Ia lebih suka menyendiri dan fokus pada masalah intelektual atau mekanis, serta kegiatan yang dapat dinikmati dalam kesendirian. Orang ini juga toleran terhadap ketidaksesuaian, lebih nyaman dengan spontanitas, dan kurang terorganisir.
















