Sebagaimana disebutkan di atas, keluarga dan guru memiliki peran yang besar pada proses pencarian jati diri atau fase krisis identitas pada remaja. Oleh karena itu, penting bagi keluarga dan guru untuk mulai melakukan usaha pencegahan kenakalan remaja dimulai dari memberikan tidak hanya sekedar kata-kata positif namun juga mencontohkannya dalam perilaku sehari-hari, memantau lingkungan pergaulan anak, dan memberikan pemahaman kepada anak tentang dampak negatif di masa depan jika mereka melanggar batas agama dan moralitas.(Ts)
Referensi
Irawan, A., Yuniarrahmah, E., & Anward, H. H. (2015). Gambaran Kenakalan Berlalu Lintas Pada Remaja Dan Faktor – Faktor Penyebab. Jurnal Ecopsi, 2(3). https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/ecopsy/article/viewFile/1928/1678
Sumara, D., Humaedi, S., & Santoso, M. B. (2017). Kenakalan Remaja Dan Penanganannya. Jurnal Penelitian & PPM, 4(2), 129–139. https://doi.org/10.58258/jisip.v5i1.1727
Idris, M. F. (2013). Perbedaan kenakalan remaja antara yang ibunya bekerja dengan ibu tidak bekerja: Studi komparasi pada siswa Madrasah Aliyah Al-Khoiriyah (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
















