Mr. Muhammad Yamin
Penasihat Sendenbu-sendenka ini lahir di Sawahlunto 23 Agustus 1903. Namanya bukan saja diabadikan dalam nama jalan, tetapi juga penghargaan dalam bidang hukum tata negara yang digelar Universitas Andalas Padang. Ia pelopor Sumpah Pemuda. Ia memperoleh Meester in de Rechten dari Rechtshogeschool pada 1932. Ia dikenal sebagai budayawan, penulis, dan advokat. Ia pengurus Jong Sumateraen Bond. Tokoh yang sering dijadikan rujukan dalam diskusi tentang konstitusi ini pernah menjadi Menteri Kehakiman; Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan; dan Menteri Penerangan.
Mr. Raden Achmad Soebardjo
Lahir di Karawang, 23 Maret 1897, Achmad Soebardjo adalah anggota BPUPKI. Namanya banyak disebut dalam peristiwa Rengasdengklok, karena berperan sebagai perunding bersama kelompk muda seperti Wikana dan Chairul Saleh untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Ia tercatat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama; dan pernah menjadi Duta Besar Indonesia di Swiss.
Pada masa perjuangan kemerdekaan Soebardjo memimpin Perhimpoenan Indonesia di Belanda (1919-1920). Berlatar belakang jurnalis dan berpendidikan Universitas Leiden bagian perundang-undangan (jurist) pada tahun 1933. Ia juga lulus ujian negara bahasa Latin dan Yunani di Utrecht. Achmad Soebardjo meninggal dunia pada pada 15 Desember 1978, dalam usia 82 tahun.
Mr. Raden Hindromartono
Lahir di Rembang 31 Desember 1908, Hindromartono adalah anggota BPUPKI berlatar belakang pekerja/buruh pelabuhan, dan tercatat pernah menjadi ketua Gabungan Serikat Sekerja Parkileir Indonesia (Gaspi). Ia juga pernah menjadi guru di Jakarta; dan anggota Dewan Kota Jakarta (1938-1942). Hindromartono lulus dari Rechtshogeschool pada tahun 1936.
Mr. Raden Mas Sartono
Ia dikenal sebagai advokat dan anggota Panitia Adat dan Tata Negara di Jakarta. Lahir di Wonogiri 5 Agustus 1900, Mr Sartono lulus dari Rechtschool (1922) dan bagian hukum Universitas Leiden (1926). Setelah lulus, Sartono bekerja sebagai landraad Salatiga, sebelum akhrnya membuka kantor advokat di Jakarta dan Bogor. Ia menjadi pengurus Pehimpoenan Indonesia di Belanda, pengurus sekaligus pendiri Partindo. Sepanjang karirnya, Sartono pernah menjadi Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua DPR (1950-1959).
Mr. Raden Panji Singgih
Pernah bekerja di pengadilan Surabaya, Malang, Ambon, dan Jakarta, Mr RP SInggih merupakan alumnus bagian hukum Universitas Leiden (1922). Pada tahun 1943 ia membuka kantor advokat di Surabaya, Solo, dan Bandung. Semasa kuliah di Leiden Singgih aktif di Perhimpoenan Indonesia. Ia juga tercatat sebagai pengurus majalah ‘Timboel’. Pada masa Jepang ia menjadi Pembina Umum Naimubu Koseika Tyoo Jakarta.















