Prof. Dr. Mr. Raden Supomo
Nama tokoh ini diabadikan sebagai nama jalan di banyak tempat. Lahir di Sukoharjo 22 Januari 1903, Supomo tercatat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Indonesia; anggota BPUPKI yang kemudian diangkat sebagai Menteri Kehakiman yang pertama. Bung Karno bahkan mengangkatnya dua kali sebagai Menteri Kehakiman. Ia lulus dari Universtas Leiden Belanda sebagai doktor in de Rechtsgeleerdheid. Supomo dikenal sebagai pakar hukum adat.
Mr. A.A. Maramis
Lahir di Manado 20 Juni 1897, Alexander Andries (AA) Maramis anggota BPUPKI berlatar belakang advokat. Pada 1923-1924 Maramis tercatat sebagai Sekretaris ‘Perhimpoenan Indonesia’ di Den Haag. Ia memperoleh diploma hukum dari Universitas Leiden Belanda tahun 1924. Pernah menjadi advokat di Semarang, Palembang, Telukbetung, dan Jakarta. Maramis meninggal dunia di Jakarta pada 31 Juli 1977. Ia pernah menjadi Menteri Keuangan, dan orang pertama yang membubuhkan tanda tangan pejabat di Oeang Republik Indonesia.
Mr. Kanjeng Raden Mas Tumenggung Wongsonagoro
Wongsonegoro lahir di Solo pada 20 April 1897, dan mewakili Surakarta di BPUKI. Pernah tercatat sebagai Bupati Sragen; residen Jawa Tengah, dan kemudian diangkat sebagai Gubernur Jawa Tengah yang kedua. Berlatar belakang pendidikan Rechtsschool (1917), dilanjutkan ke Rechtshogeschool pada 1939.
Setelah lulus Rechtsschool ia bekerja di landraad Solo, pegawai kehakiman di Solo, dan merangkap sebagai hakim. Ia juga pernah tercatat sebagai Ketua organisasi Boedi Oetomo cabang Solo. Setelah kemerdekaan ia tercatat pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1951-1952), dan Wakil Perdana Menteri pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo (1953-1954).
Mr. Mas Besar Martokusumo
Daniel S Lev menyebut Mr Besar Martokusumo merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi advokat. Pria kelahiran Brebes 8 Juli 1893 ini memang lulusan hukum Universitas Leiden (1922). Ia ke Leiden setelah menamatkan Rechtsschool di Batavia pada 1915. Setelah pulang dari Batavia ia bekerja sebagai pegawai pada Landraad Pekalongan. Pada 1924-1942 bekerja sebagai advocaat dan procureur pada Raad van Justitie Semarang. Ia juga pernah tercatat sebagai Ketua Perkumpulan Boedi Oetomo cabang Tegal.
Mr. Mas Susanto Tirtoprodjo
Mr Susanto Tirtoprojo lulus dari bagian hukum Universitas Leiden (1925) yang kemudian diangkat jadi anggota BPUPKI. Pria kelahiran Solo 3 Maret 1900 ini pernah bekerja di Landraad Yogyakarta, Bogor, Kebumen, dan Kediri. Ia anggota partai Parindra Surabaya. Semasa kemerdekaan ia menjadi Menteri Kehakiman pada enam kabinet yang berbeda, mulai Kabinet Sjahrir III sampai Kabinet Hatta II. Ia meninggal dunia pada tahun 1969.















