Salatiga – INFOPlus. Razia dadakan digelar petugas gabungan di Rutan Salatiga, Jumat (23/8). Ruang sel di blok hunian digeledah, sedangkan para napi dan tahanan dites urine.
Seluruh sel yang tersebar di sejumlah blok hunian di Rumah Tahanan atau Rutan Salatiga digeledah petugas gabungan dari Rutan dan Polres Salatiga.
Tak hanya ruang hunian yang digeledar, tubuh dan pakaian yang dikenakan napi maupun tahanan turut diperiksa secara seksama. Area sekitar blok hunian juga tak luput dari pengecekan petugas.
Kegiatan tim gabungan tersebut menyasar narkoba maupun benda-benda terlarang dan berbahaya lain seperti handpone dan senjata tajam.
Dipimpin langsung Kepala Rutan Salatiga Redy Agian, razia tersebut merupakan langkah deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan ketertiban di Rutan Salatiga.
“Razia ini kami lakukan pada seluruh blok hunian dan penggeledahan badan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Ada pun sasarannya seluruh blok hunian dengan mencari barang-barang terlarang seperti narkoba dan benda berbahaya lainnya,” ungkap Redy Agian.
Tak pelak, kehadiran petugas membuat para warga binaan kaget. Seluruh napi diminta berbaris di lorong selasar selama petugas melaksanaan pemeriksaan di ruang demi ruang blok hunian.
“Hasilnya nihil, kami tidak menemukan barang atau benda mencurigakan,” tandas Redy Again usai kegiatan razia.
Dengan kegiatan ini, Redy memastikan keadaan aman kondusif sekaligus seluruh jajaran berpegang teguh pada 3+1 Kunci Pemasyarakatan Maju, yaitu deteksi dini, berantas peredaran narkoba, bersinergi dengan aparat penegak hukum dan back to basics dalam pelaksanaan tugas.
Pihaknya berkomitmen selalu menguatkan sinergitas bersama jajaran penegak hukum lain dalam pemberantasan narkoba.
Di penghujung kegiatan, petugas gabungan juga menggelar tes urine bagi 50 warga binaan. Hasil seluruh napi maupun tahanan dinyatakan negatif narkoba. (AK)















