Opini Tugimin Supriyadi: Psikologi Marketing: Strategi Sukses Tanpa Menyakiti

oleh

Teori Kebutuhan Maslow, teori ini menyatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan yang berjenjang, mulai dari kebutuhan fisiologis hingga kebutuhan aktualisasi diri. Dalam konteks marketing, kita dapat menggunakan teori ini untuk memahami kebutuhan dan keinginan konsumen.

Lain halnya dengan Teori Pengaruh Sosial, teori ini menyatakan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti norma, nilai, dan pengaruh kelompok. Dalam konteks marketing, kita dapat menggunakan teori ini untuk memahami bagaimana konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial.

Sedangkan teori lain adalah Teori Kognitif, Teori ini menyatakan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh proses kognitif, seperti persepsi, perhatian, dan memori. Dalam konteks marketing, kita dapat menggunakan teori ini untuk memahami bagaimana konsumen memproses informasi dan membuat keputusan.

INFO lain :  Analisis Film Dark Nuns: Sebuah Pertaruhan Peran Medis, Psikologi dan Parapsikologi

Selanjutnya  Teori Emosi, teori ini menyatakan bahwa emosi memainkan peran penting dalam perilaku manusia. Dalam konteks marketing, kita dapat menggunakan teori ini untuk memahami bagaimana emosi konsumen mempengaruhi keputusan pembelian.

Kemudian yang tidak kalah penting Adalah Teori Rekansi, teori ini menyatakan bahwa konsumen cenderung untuk memilih merek yang paling relevan dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Dalam konteks marketing, kita dapat menggunakan teori ini untuk memahami bagaimana konsumen memilih merek dan produk.

INFO lain :  PSSI U'23 Kalah oleh  Provokasi, Emosi, dan Kepercayaan Diri Oleh Dr. Tugimin Supriyadi,S.Psi.,MM.,Psikolog

Sedangkan model psikologi marketing yang relevan dengan permasalahan ini Adalah  Model AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action), Model ini menyatakan bahwa konsumen melalui empat tahap dalam proses pembelian, yaitu kesadaran, minat, keinginan, dan tindakan.

Selanjutnya Model Hierarchy of Effects, Model ini menyatakan bahwa konsumen melalui serangkaian tahap dalam proses pembelian, yaitu kesadaran, pengetahuan, sikap, dan perilaku. Sedangkan yang tidak kalah penting Adalah Model Elaboration Likelihood Model (ELM), model ini menyatakan bahwa konsumen memproses informasi melalui dua jalur, yaitu jalur sentral (central route) dan jalur periferal (peripheral route).

INFO lain :  Bimbingan Kelompok Teknik Sosio Drama untuk Mencegah Bullying

Diharapakan dengan memahami teori dan model psikologi marketing, kita dapat menciptakan strategi marketing yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. (*)

 

#Penulis  adalah Psikolog dan dosen Fakultas Psikologi Ubhara Jaya.