Opini Suharsono : Paradoks Demokrasi Elite Sejahtera, Rakyat Menderita

oleh

Refleksi Moral dan Solusi

Pada akhirnya, demokrasi bukan soal siapa yang duduk di kursi kekuasaan, tetapi apakah rakyat kecil dapat tersenyum di meja makan mereka tanpa takut besok hidup semakin sulit. Jika kesejahteraan rakyat tidak menjadi prioritas, demokrasi hanyalah sebuah ilusi. Rakyat harus terus berjuang, tidak hanya melalui pemilu, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam kehidupan politik sehari-hari. Mendorong transparansi, menuntut akuntabilitas pejabat, dan memperkuat solidaritas sosial adalah langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan. Hanya ketika rakyat merasa suaranya dihargai, ketika janji politik dijalankan dengan integritas, demokrasi akan benar-benar menjadi milik rakyat. Hingga saat itu tercapai, perjuangan rakyat untuk menegakkan keadilan sosial dan kesejahteraan tidak boleh berhenti.

Selanjutnya Pemilu yang akan datang kita tentu akan bijak  mengambil keputusan “siapa” yang akan menjadi pilihan. Tentu saja, bijak untuk diri sendiri dan bijak untuk masa depan Masyarakat kita.

INFO lain :  Pengaplikasian Tes IST dan Tes 16 PF Untuk Mengetahui Kelemahan Diri Akibat Trust Issue
INFO lain :  Kenakalan Remaja : Sebuah Fenomena Psikologis

 

INFO lain :  Perasaan Inferioritas Pada Dewasa Awal

Suharsono,

Dosen Psikologi Sosial, Etika, dan Pendidikan Pancasila di Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang

HP/WA: 081225205312

Email: handung@unika.ac.id atau msuharsono@gmail.com