Setelah peristiwa kecelakaan, Darso kembali ke Semarang. Karena ketakutan sekaligus untuk mencari uang ia pergi ke Jakarta sekira dua bulan. Namun tak mendapatkan hasil, pria tersebut balik ke Semarang.
Satu minggu kemudian atau 21 September 2024, Darso didatangi enam orang yang diduga anggota Satlantas Polresta Yogyakarta. Mereka membawa Darso tanpa prosedur hukum yang jelas.
“Darso dibawa tanpa surat penangkapan, surat tugas, dan tanpa surat apapun,” beber Antoni.
Dua jam dibawa oleh rombongan polisi Yogyakarta, masih di wilayah Mijen, sekira 200 meter dari rumah, pihak keluarga dikejutkan dengan kabar jika Darso dirawat di RS Permata Medika. Poniyem mengaku suaminya mendapat penganiayaan di wajah maupun perut.
Usai dirawat di rumah sakit, Darso pulang dan beberapa hari kemudian atau pada 29 September 2024, ia meninggal dunia. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polda Jateng pada Jumat (10/1) malam kemarin.
“Sementara saya menyebut satu nama (pelaku), tapi diperkirakan pelakunya enam,” tukas Antoni. []















