Hal senada disampaikan pengacara keluarga dokter Aulia, Misyal Ahmad. Ia mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan agar dr Aulia juga diberi penghargaan karena kematiannya akhirnya mengungkap praktik perundungan dalam dunia kedokteran.
“Saya minta kepada menteri, ketika tersangka sudah ditentukan, saya minta memberi penghargaan untuk almarhumah di dunia kesehatan dan tanggal 12 Agustus jadi hari stop bullying nasional,” tegas dia.
Ditambahkan, kasus perundungan mahasiswa PPDS Undip yang dialami dr Aulia harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Bahwa apa yang menimpa korban merupakan tindakan kriminal yang dilakukan oleh kaum intelektual dan belum ada yang berani mengungkap.
Bahkan Ahmad menyebut ada anak seorang kepala Kejaksaan yang tidak berani ambil pendidikan spesialis di PPDS karena tahu ada praktik tersebut.
“Ini sudah kriminal luar biasa. Ini harus benar-benar dibersihkan, ini kejahatan yang dilakukan oleh kaum intelektual yang kelihatan elegan, pintar, baik, tapi sadis. Kalau kita ngadepin preman jelas di pinggir jalan, bawanya apa, harus apa. Tapi ini nggak jelas, bisa dibayangkan dokter kaya begini yang merawat kita ke depan, hancur kita,” pungkas dia. (Mh) []















