Udinus Kutuk Keras Aksi Pembacokan Tewaskan Mahasiswanya

oleh
udinus pembacokan
Universitas Dian Nuswantoro atau Udinus Semarang mengutuk keras aksi pembacokan yang tewaskan mahasiswanya. (Foto: Dok)

SemarangINFOPlus.  Mahasiswa Udinus tewas dibacok sekelompok pemuda di kawasan Sampangan, Kota Semarang. Udinus mengutuk keras aksi pembacokan yang menimpa mahasiswa asal Jepara tersebut.

Lewat siaran pers, Udinus menyampaikan beberapa hal terkait kejadian pembacokan terhadap Muhammad Tirza Nugroho, 21, warga Bandungharjo, Donorejo, Kabupaten Jepara.

  1. Udinus menyampaikan duka cita yang sebesar-besarnya atas berpulangnya ananda Muhammad Tirza Nugroho, yang menjadi korban penyerangan salah sasaran di Jalan Kelud Semarang. Ananda Tirza merupakan mahasiswa semester akhir Program Sarjana Teknik Informatika Udinus yang berperilaku baik, secara akademik maupun di kehidupan sosial kampus. Bahkan ananda Tirza juga aktif berorganisasi di BEM KM periode 2023/2024.
  2. Diwakili oleh Kepala Biro Kemahasiswaan Udinus, Dr Rindra Yusianto, SKom MT bersama Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Komputer, Dr Ahmad Zainul Fanani, SSi MKom, Kaprodi Teknik Informatika Dr Sri Winarno dan dosen wali Erna Zuni Astuti, SSi MKom, pihak Udinus datang langsung ke RS Bhayangkara untuk memberikan ucapan bela sungkawa pada orang tua ananda Tirza, sekaligus memberikan santunan pada Selasa (17/9) pukul 10.50 WIB.
  3. Ananda Tirza dikenal sebagai mahasiswa yang berprestasi dan aktif di berbagai kegiatan kampus, membuat kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi teman-teman dan seluruh civitas academica Udinus. Dr Rindra juga menegaskan bahwa pihak Udinus telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait insiden ini. “Kami memastikan keluarga ananda Tirza mendapatkan dukungan yang diperlukan dalam menghadapi situasi yang sangat berat ini.”
  4. Pihak Udinus menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian. “Kami berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan menghukum mereka sesuai dengan hukum yang berlaku. Tindakan brutal seperti ini tidak dapat ditoleransi, dan kami mengutuk keras tindakan tersebut,” tegas Dr Rindra.
INFO lain :  Otak Kerusuhan di Mertodranan Solo Ditangkap Densus 88 di Rumah Terduga Teroris di Jepara
INFO lain :  Librata Nababan dan Ardirawinata, Bapak dan Anak Penyuap Bupati Purbalingga Dituntut 3,5 Tahun

Di Udinus sendiri telah menerapkan jam malam untuk kegiatan mahasiswa di lingkungan kampus, yaitu hingga pukul 23.00 WIB. Sehingga dapat meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.

INFO lain :  3 Pelayanan Unggulan RS Unimus Semarang, dari Urologi Sampai Beauty Centre

Diberitakan sebelumnya, Tirza meninggal usai dibacok sekelompok pemuda tak dikenal yang diduga gangster di Jalan Kelud Raya, Sampangan, Kota Semarang, Selasa pagi tadi, sekitar pukul 03.00 WIB.

Ia berboncengan dengan temannya, dicegat gerombolan pemuda bersenjata tajam. Apes, saat hendak meloloskan diri, motornya senggolan dengan mobil yang melaju searah dan terjatuh. Tirza kemudian dianiaya dengan senjata tajam meski sudah berteriak minta tolong. Sementara rekannya menyelamatkan diri dan minta tolong ke warga.