Polres Pekalongan Selidiki Motif Ayah Tega Bunuh Bayi

oleh
ayah bunuh anak bayi di pekalongan
Terduga pelaku pembunuhan anak di Pekalongan saat diperiksa di Mapolres Pekalongan. (Foto: Ist)

PekalonganINFOPlus. Kasus ayah bunuh anak, bayi usia dua bulan, di Pekalongan masih dalam penyelidikan intensif kepolisian. Motif pembunuhan belum diketahui.

Polres Pekalongan sedang menyelidiki kasus ayah bunuh bayi, di Desa Mejasem, Kecamatan Siwalan. Pelaku belum bisa dimintai keterangan lantaran masih terpengaruh alkohol.

Kapolres Pekalongan, AKBP Doni Prakoso menyatakan bahwa pelaku, Nur Fadhilah (27) masih dalam pengaruh alkohol saat ditangkap di rumahnya di Mejasem, Rabu (22/8).

“Pelaku masih mabuk saat diamankan, sehingga belum bisa langsung diinterogasi,” ujar Kapolres, Kamis (22/8).

Pemeriksaan intensif terhadap Nur Fadhilah akan dilakukan hari Kamis ini untuk mengungkap motif di balik tindakan pelaku.

INFO lain :  BPN Jateng Serahkan Sertifikat HPL Tanah PRPP ke Gubernur

“Pelaku akan diperiksa lebih lanjut hari ini untuk mengetahui motifnya,” tambahnya.

Korban, Muhammad Zahfran Alfarizki, telah diautopsi di RSUD Keraton pada Rabu kemarin dan dimakamkan oleh keluarganya pada malam hari yang sama.

“Jenazah korban diutopsi kemarin sore dan langsung dimakamkan malam harinya. Kami masih menunggu hasil autopsi,” jelas Doni.

Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di rumah duka di Dusun Mejasem Lor, Desa Mejasem, Siwalan. Korban adalah anak tunggal dari Nur Fadhilah (26) dan istrinya, Fera Rahayu (23.

INFO lain :  Kronologi Penyelundupan Sabu 1 Kg ke Semarang oleh Wanita Asal Thailand Versi Jaksa

Diberitakan sebelumnya, Nur Fadhilah diduga membunuh anaknya sendiri, bayi yang masih berusia dua bulan, di rumah di Mejasem. Saat itu rumah dalam keadaan sepi karena istrinya atau ibu korban tengah menghadiri kegiatan di tetangganya.

Fera Rahayu, ibu korban, saat pulang curiga dengan kondisi rumah yang sepi. Saat dicek, Muhammad Zahfran Alfarizki, ditemukan dalam kondisi lemas dan akhirnya meninggal dunia saat dibawa ke Puskesmas Sragi 1.

Hasil pemeriksaan petugas medis Puskesmas ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Seperti bekas cekikan di leher, memar di perut dan punggung hingga mengeluarkan darah dari mulut.

INFO lain :  Polisi Gelar Operasi Jaran Candi

Sementara Nur Fadhilah yang sempat pergi dari rumah usai melakukan penganiayaan, akhirnya balik ke rumah dan dibekuk petugas kepolisian.

Kepala Desa Mejasem, Sudarto mengungkap alasan pelaku tega membunuh anak semata wayangnya sendiri.

“Tadi sudah ditanya Polsek, dia mengatakan melakukan pembunuhan. Katanya si pelaku, anak itu membawa sial,” kata Kepala Desa Mejasem, Sudarto.

Ia juga mendapat laporan bahwa kondisi rumah tangga pelaku yang sering diwarnai percekcokan. Bahkan warga kerap menyaksikan Nur Fadhilah sering mabuk-mabukan. (AL)