Berdasarkan hasil wawancara subjek menceritakan beberapa pengalamannya yang membuat ia trauma akan relasinya dengan orang sekitar. Subjek merasa dikecewakan dan tidak dihargai atas segala Upaya dan usaha yang telah ia lakukan terhadap orang disekitarnya. Kerugian yang dialami individu terhadap dirinya tidak hanya perihal kerugian non-materiil tetapi juga kerugian materiil. Sehingga pengalaman tersebut merubah persepsi dan pola pikirnya yang mengakibatkan dirinya trauma untuk menjalin relasi dengan orang sekitar hingga ia cenderung menutup dirinya untuk orang asing yang hadir di kesehariannya.
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan serangkaian hasil asesmen serta observasi dan wawancara yang telah di lakukan. Subjek dahulu merupakan individu yang memiliki karakter dan pola pikir yang tidak tertutup seperti sekarang. Subjek merasa dirinya yang dahulu merupakan gambaran dirinya yang kurang baik karena merasa selalu harus membahagiakan orang lain dan harus selalu bisa membantu orang lain tanpa memahami kapasitas dan kemampuan dirinya. Sehingga Ketika ia mendapat feedback maupun perilaku yang kurang tepat dari orang disekitarnya dia merasa amat sangat marah dan kecewa. Hal tersebut membuat subjek merasa trauma dan bahkan merasakan sakit hati yang mendalam terhadap sisi emosionalnya.
Subjek yang merasakan adanya trauma pada dirinya untuk menjalin relasi dengan orang – orang baru disekitarnya membuat dirinya cenderung lebih menutup diri. Subjek juga cenderung membatasi interaksi dengan orang lain disekitarnya, bahkan ia pun menjadi tidak terlalu peduli dengan sekitar. Ia juga lebih cenderung melakukan penghindaran baik terhadap konflik maupun terhadap pengalaman yang dirasanya akan membuatnya terluka dan trauma Kembali. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan oleh del Barrio (2004) dalam Buku Diagnnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) bahwa individu yang mengalami trauma cenderung akan melakukan penghindaran terhadap hal – hal maupun peristiwa yang mendekatkannya pada ingatan akan pengalaman traumatis yang ia alami.
Berdasarkan pemaparan diatas bahwa subjek dapat dilihat mempunyai kecenderungan akan kehilangan identitas dirinya. Subjek juga merasakan adanya ketergantungan dan secara tidak langsung dirinya terisolasi atas pengaruh orang lain. Subjek juga merasa adanya perasaan rendah diri, kelelahan secara fisik maupun emosional. Sehingga menyebabkan dirinya merasakan adanya rasa takut dan tidak nyaman untuk menjalin relasi dengan orang asing. Subjek pun merasa untuk lebih berhati – hati dan waspada dalam mengenal orang yang baru ia temui.
Kesimpulan
Subjek memiliki pengalaman traumatis yang didasarkan atas rasa sakit dan kecewanya terhadap perlakuan dari lingkungan sekitarnya. Sedari awalnya subjek yang selalu ingin melakukan yang terbaik bagi orang disekitarnya tanpa disadari secara langsung individu tersebut menjadi seseorang dengan people pleaser personality. Hingga ia sadar dititik bahwa dirinya selama ini salah dan merasa trauma atas apa yang pernah dialaminya. Sikap subjek yang people pleaser sendiri dirasa oleh subjek telah merugikan dirinya selama ini yang mana hal tersebut justru malah melahirkan rasa trauma baru dalam dirinya. Sehingga membuat ia menutup diri dari orang – orang disekitarnya. Subjek diharapkan setelahnya mampu untuk lebih memahami dan mengenali dirinya guna mencapai identitas dirinya yang ideal.
















