“Biar tahu rasanya kehilangan seorang ibu. Pelaku harus diadili,” kata Dwi.
Dari informasi yang dihimpun, Haniyah ditemukan tewas dengan kondisi kepala bersimbah darah pada 4 Desember 2016. Tempat kejadian perkara berada di garasi rumah majikan Haniyah di Desa Gapuro, yang bernama Masrukhin. Saat itu, usia Masrukhin 44 tahun.
Bermula saat Masrukhin hendak memasang penutup mobil di garasi bersama Ikoh. Keduanya masuk melalui pintu samping garasi dan menjadi orang pertama yang menemukan mayat Haniyah. Jasad Haniyah ditemukan terlentang di lantai garasi dengan kepala bersimbah darah.
Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat luka sobek di bagian belakang kepala sebelah kanan dengan diameter tiga sentimeter, serta luka lebam di leher bagian kanan. Beberapa barang bukti yang ditemukan Polres Batang antara lain satu buah gembok garasi berikut anak kunci, ponsel merk Nokia warna hitam milik korban, dan sandal jepit warna putih milik korban. (AL) []















