Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu di RSWN Semarang, Begini Respons Penyintas

oleh
pelayanan kanker di RSWN Semarang
Sumanah (49), penyintas kanker mamae di Semarang mengapresiasi pembangunan gedung pelayanan terpadu kanker di RSWN Semarang. (Foto: Ist)

SemarangINFOPlus. Rumah Sakit Daerah (RSD) KRMT Wongsonegoro atau RSWN Semarang membangun gedung unit layanan penyakit kanker. Pembangunan gedung tersebut mendapat respons dari penyintas kanker.

Sumanah (49) tak kuasa menahan haru saat bertemu Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu di RSWN Semarang, Sabtu (15/6). Hari itu, Mbak Ita, sapaannya, memimpin dimulainya pembangunan gedung pelayanan terpadu kanker di RSD yang berlokasi di kawasan Mangunharjo, Tembalang tersebut.

Keharuan Sumanah bukan tak berasalan. Sebab layanan kanker yang hendak dibangun RSWN memang sangat dibutuhkan bagi seorang penyintas seperti dirinya. Sumanah adalah pengidap kanker mamae.

“Harapan saya para pasien ini lebih semangat, sehat, berobat tidak perlu risau, harus optimistis,” kata Sumanah.

Hadirnya pusat pelayanan kanker di rumah sakit pelat merah ini, menurutnya bisa menjadi semangat berobat bagi penyintas kanker di Kota Semarang.

Mereka tak akan lagi bersusah payah berobat dengan mengurus rujukan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang.

“Komitmen nyata Ibu Wali Kota terhadap kami pasien-pasien kanker,” ujar ibu dua anak itu.

Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 28.294.255.302,40 sebagai nilai kontrak pelaksan, dan nilai kontrak manajemen kontruksi senilai Rp 1.694.951.130,00.

Direktur RSWN Wongsonegoro Semarang, Eko Krisnarto menyebut, pembangunan Gedung Unit Layanan Kanker terpadu telah mendapat izin konstruksi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang terbit pada 15 Februari 2024.

“Sudah one stop service. Selain tindakan juga ada rawat inapnya. Setelah di sini pasien tak perlu lagi ke RSUP dr Kariadi,” kata Eko.

Pembangunan tahap pertama gedung khusus kanker ini ditargetkan rampung pada 8 Desember 2024. Setelah itu, pembangunan tahap kedua dilakukan mulai 2025.

Gedung Unit Layanan Kanker ini dilengkapi dengan alat-alat kesehatan canggih yaitu, Linac, Brachiteraphy, dan CT Simulator. Untuk Linac adalah alat pertama yang ada di Jateng.

“Meski baru tahap satu, nanti langsung karena izin Bapeten, sudah dapat jadi beroperasi. Nanti sambil melaksanakan tahap kedua,” katanya.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menekankan proses pembangunan pelayanan kesehatan untuk penyintas kanker bisa selesai tepat waktu.

Mbak Ita mengatakan, ini adalah salah satu upaya Pemkot Semarang dalam melayani masyarakat.

“Tentu kita tahu saat ini banyak lonjakan pasien kanker yang ada, termasuk di Kota Semarang. Sehingga diperlukan unit layanan khusus, karena saat ini hanya ada di RS Kariadi. Ini adalah upaya bagaimana kita melayani masyarakat kita,” ujarnya.