Mirip Kasus Vina Cirebon, Pembunuhan Haniyah di Batang Mangkrak 8 Tahun

oleh
baliho kasus pembunuhan haniyah batang
Baliho mempertanyakan penanganan kasus pembunuhan ART bernama Haniyah tersebar di sejumlah titik di Batang. Kasus tersebut mirip Vina Cirebon, mangkrak selama 8 tahun, tak jelas siapa pelakunya. (Foto: AL)

BatangINFOPlus. Kasus pembunuhan tak terungkap mirip Vina Cirebon ternyata juga ada di Kabupaten Batang. Sama-sama terjadi pada 2016, pembunuhan terhadap Haniyah, sampai sekarang tak jelas siapa pelakunya.

Viralnya kasus pembunuhan Vina Cirebon belakangan ternyata turut membuat gelisah warga Batang. Pasalnya ada sebuah kasus pembunuhan mirip Vina, menimpa seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Haniyah (37), hingga kini belum terungkap.

Hingga muncul baliho yang mempertanyakan kelanjutan penanganan kasus Haniyah. Baliho itu muncul di sejumlah pertigaan jalan Pasar Warungasem dan pertigaan jalan dekat Masjid Gapuro, Kecamatan Warungasem.

Haniyah adalah asisten rumah tangga yang ditemukan tewas di garasi rumah majikannya. Tempat kejadian perkara di Desa Gapuro, Kecamatan Warungasem.

“Kasus pembunuhan Haniyah binti Sutrisno 2016-2024 terabaikan? 2.” Demikian tulisan yang terpampang besar di baliho tersebut.

Baliho tersebut juga memuat kronologi perjalanan kasus ini, mulai dari penemuan jasad pada 4 Desember 2016 di garasi rumah Desa Gapuro, Kecamatan Warungasem, hingga upaya pihak keluarga korban meminta kejelasan perkembangan kasus.

Ketua LBH Ansor Kabupaten Batang, Miqdam Yusria Ahmad, menyatakan siap mengawal kasus Haniyah yang sudah mangkrak selama 8 tahun.

“Kami dan LBH Ansor se-Indonesia siap mengawal kasus Haniyah ini,” ucapnya, Kamis (13/6).

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Haniyah ditemukan tewas dengan kondisi kepala bersimbah darah pada 4 Desember 2016. Tempat kejadian perkara berada di garasi rumah majikan Haniyah di Desa Gapuro, yang bernama Masrukhin. Saat itu, usia Masrukhin 44 tahun.

Penemuan bermula saat Masrukhin hendak memasang penutup mobil di garasi bersama Ikoh. Keduanya masuk melalui pintu samping garasi dan menjadi orang pertama yang menemukan mayat Haniyah. Jasad Haniyah ditemukan terlentang di lantai garasi dengan kondisi kepala bersimbah darah.

Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat luka sobek di bagian belakang kepala sebelah kanan dengan diameter 3 sentimeter, serta luka lebam di leher bagian kanan.

Beberapa barang bukti yang ditemukan Polres Batang antara lain satu buah gembok garasi berikut anak kunci, ponsel merk Nokia warna hitam milik korban, dan sandal jepit warna putih milik korban. (AL) []