Distress Psikologis Pemutilasi Di Semarang Oleh : Tugimin Supriyadi

oleh

Narsisme dan Self Estem

Pada perilaku yang ditunjukkan oleh tersangka Mh (27 Tahun),  mengindikasikan bahwa yang bersangkutan mengalami narsisme. Hal ini ditunjukkan individu yang merasa mempunyai perasaan harga diri (self-worth) yang terlalu tinggi, tanpa keyakinan yang kuat, mendukung perasaan superioritasnya. Sehingga, dengan mudah dan tanpa beban   akan mudah melakukkan tindakan sadis bila yang bersangkutan di provokasi. Inilah sebenarnya yang menjadi ciri seseorang yang Narsisme.   Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Narsisme memprediksi perilaku agresif dalam situasi-situasi yang melibatkan provokasi (Hening, et al.,2005). Pemilik toko air isi ulang inilah yang dianggap merendahkan dirinya, sehingga memprovokasi untuk melakukkan tindakan sadisnya.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa Self esteem yang terlalu tinggi dapat menimbulkan agresi. Secara spesifik, Bushman, 1998) mengatakan bahwa indiviu-individu dengan self esteem yang terlalu tinggi atau tidak stabil, rentan untuk marah dan sangat agresif ketika citra dirinya yang tinggi teraancam.

INFO lain :  Bangga
INFO lain :  Saat Polri Berubah

Individu yang narsistik mempunyai self esteem yang tidak stabil, mereka luar biasa sensistif terhadap penghinaan pribadi, seperti cemoohan atau kritik, Artinya, narisime ditandai oleh kerentanan terhadap ancaman konsep-diri, dan, oleh sebab itu, bila ssituasi mengancam ego terjadi, individu narsisttik cenderung perberilaku agresif. Sehingga dengan demikian, narsisme berkaitan dengan emosi yang mudah berubah-ubah dan reaksi-reaaksi intens, bisa termasuk marah dan mengamuk (Betencourt, Tally, Benjamin, & Valentine, 2006).

INFO lain :  Mewujudkan Ekonomi Pancasialis

Dr. Tugimin Supriyadi,Psi

(Psikolog & pengamat Kepolisian Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya)