Dua Dosen Fisip UIN Walisongo Semarang Didakwa Terima Suap Seleksi Perangkat Desa Gajah Demak Rp 830 Juta

oleh

FISIP UIN Walisongo Semarang melalui Tolkhatul Khoir, Bendahara Kegiatan telah menerima uang untuk biaya kegiatan seleksi calon perangkat desa pada 8 desa di Kec.Gajah sebanyak 97 peserta sejumlah Rp 194 juta.

Di awal bulan Oktober 2021, Amin Farih bersama Imam Jaswadi, Saroni dan Adib bertemu di rumah makan “Ayam Goreng SUHARTI” Kota Semarang. Imam Jaswadi dan Saroni menyampaikan ada 8 desa di Kecamatan Gajah yang siap MoU dengan Fakultas Fisip UIN Walisongo Semarang, dan juga menyampaikan para kepala desa siap MoU dan menandatangani perjanjian kerja sama jika perwakilan-perwakilan yang diajukan dari tiap-tiap desa diloloskan.

Atas pernyataan itu, Amin Farih mengaku bersedia dan akan mengawal. Imam Jaswadi dan Saroni lalu menyampaikan gambaran biaya yang akan dikeluarkan masing-masing calon yang akan di loloskan besarnya per orang Rp 30 juta, tetapi itu belum pasti karena jumlah pesertanya juga belum pasti.

INFO lain :  Korupsi Perhutani. Pengadaan Pupuk Urea Tablet Triwulan I Tahun Anggaran 2011

Pada 24 Oktober 2021 kembali dilakukan pertemuan antara Amin Farih, Imam Jaswadi, Saroni dan Adib di “Restoran Padang SEDERHANA” Kota Semarang. Pertemuan membahas kepastian pemberian bisa atau tidaknya kisi-kisi materi ujian diberikan oleh Amin Farih dan Adib kepada Imam Jaswadi dan Saroni.

“Imam Jaswadi dan Saroni menyampaikan apabila tidak bisa memberikan kisi-kisi materi ujian maka tidak akan dipilih sebagai perguruan tinggi yang diarahkan untuk kerjasama dan akan diberikan kepada pihak lain/perguruan tinggi lainnya,” ujar jaksa.

INFO lain :  Positif Corona, Presiden Trump dan Istri Dikarantina

Akhir Oktober 2021 dilakukan pertemuan lagi antara Amin Farih, Imam Jaswadi, Adib dan Saroni di “restoran padang SEDERHANA”. Imam Jaswadi dan Saroni meyakinkan terhadap 8 desa di Kecamatan Gajah siap melakukan kerjasama dengan Fisip UIN Walisongo Semarang dan mereka menanyakan materi soalnya seperti apa saja dan bagaimana teknisnya, karena mereka khawatir system penilainan tesnya dengan cara CAT dan itu melalui aplikasi.

Adib lalu menyampaikan nantinya diberikan Bintek terlebih dahulu, akan tetapi Imam Jaswadi, Saroni tidak menyetujuinya. Amin Farih menyatakan bisa mengaturnya, soal dan jawaban akan diberikan dan silahkan diteruskan kepada calon peserta. Selanjutnya Saroni menyampaikan untuk penyerahan uang akan diserahkan dirumahnya Amin tetapi ia menolak. Saroni lalu menyampaikan akan diserahkan di jalan aja di tol, tetapi Amin meminta uang diserahkan di rumah Adib.

INFO lain :  Sukawi Perintahkan Suseno dan R Dody Kristyanto Tempatkan Kasda di BTPN Semarang

Pada 6 November 2021 malam, Imam Jaswadi dihubungi Saroni diajak ketemuan di depan SPBU Wolter Monginsidi Genuk, serta menyiapkan uang Rp 720 juta yang berasal dari uang setoran para Kepala Desa di Kecamatan Gajah. Uang akan diserahkan kepada Amin Farih.