Energi Perdamaian dari Arena Pertandingan

oleh

Meski akhirnya kalah, Ginting mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat Indonesia. Shi Yuqi juga mendapat apresiasi karena tidak protes saat Ginting meminta time out saat merasa kesakitan karena cedera. Pebulutangkis dari China tersebut juga menghampiri Ginting di akhir pertandingan dan menggenggam tangannya sebagai bentuk sportivitas sekaligus solidaritas. Momentum tersebut telah menarik perhatian banyak kalangan, terlebih warganet, dan menjadi viral.

Perjuangan Ginting melawan rasa sakit dan terus melanjutkan pertandingan membuatnya menjadi pahlawan dan pantas mendapat apresiasi besar dari masyarakat Indonesia. Sedangkan, sikap Shi Yuqi yang menunjukkan simpati dan solidaritas pada Ginting juga patut diapresiasi. Baik Ginting maupun Shi Yuqi telah menunjukkan bagaimana menjadi atlet yang menjunjung tinggi kerja keras, perjuangan, sportivitas, maupun solidaritas. Lagi-lagi, dari arena Asian Games 2018 kita menemukan nilai-nilai berharga. Kita tak sekadar disuguhi pertandingan berebut medali. Lebih dari itu, lewat perjuangan, kegigihan, dan sikap para atlet, kita menemukan nilai-nilai penghormatan, penghargaan, persatuan, kerja sama, dan solidaritas yang bertaburan di sepanjang gelaran pesat olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Oase Menyejukkan

INFO lain :  Eks Koruptor dan Ambiguitas KPU

Cerita manis dari arena Asian Games berlanjut. Momentum yang baru saja terjadi adalah ketika atlet pencak silat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah, secara spontan memeluk Presiden Jokowi dan Prabowo setelah dinyatakan menang dan mendapatkan medali emas. Presiden Jokowi saat itu hadir memberikan dukungan pada para atlet pencak silat yang sedang bertanding, sedangkan Prabowo adalah Ketua Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat). Beberapa jam setelah kejadian tersebut, potret Hanifan memeluk Jokowi dan Prabowo langsung viral di media sosial, bahkan menjadi headline di banyak media cetak esok harinya.

INFO lain :  Catatan Suram Pasangan Kandidat

Adegan dalam potret tersebut menjadi begitu berarti, berkesan, dan seakan menjadi oase menyejukkan di tengah persaingan politik dan perdebatan yang mulai memanas di masyarakat. Kita tahu, Jokowi dan Prabowo adalah dua sosok yang akan kembali bertarung dalam Pilpres 2019 mendatang. Sebagian orang mungkin bisa tetap skeptis menyikapi kejadian tersebut dan mengatakan mereka (Jokowi dan Prabowo) “dipeluk” (oleh Hanifan), bukan saling berpelukan. Tapi, bagaimanapun Hanifan sang atlet silat yang secara spontan memeluk keduanya ibarat mewakili kerinduan kita semua akan keharmonisan dan rasa persaudaraan sesama warga bangsa. Masyarakat pada dasarnya rindu akan perdamaian dan kesejukan.