Aturan Hukum yang Dilanggar Raharja Tri Kumuda atas Korupsi PD Bhumi Phala Wisata Temanggung

oleh

Ilustrasi

Semarang (Infoplus) – Raharja Tri Kumuda (44), mantan Direktur PD Bhumi Phala Wisata Temanggung yang didakwa korupsi atas pengelolaan di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan merugikan Negara Rp 467 juta dinilai melanggar sejumlah aturan. Selaku Direktur PD Bhumi Phala Wisata Tahun 2014-2018, Raharja didakwa korupsi bersama-sama dengan RM. Harya Wiraputra SE, Kepala Unit Pikatan Tour and Travel dan Indriawanti selaku Tour Planner dan Staf Operasional Unit Pikatan Tourand Travel (Keduanya dilakukan penuntutan dalam berkas perkara terpisah) itu kini telah disidang.

Berikut aturan yang telah dilanggar Raharja Tri Kumuda :

Raharja telah melanggar ketentuan: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 18 ayat (3). “Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBN/APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud”.

INFO lain :  PKPU Empat Anak Perusahaan PT Tiga Pilar Sejahera Food Diperpanjang. Buruh Tuntut Tetap Bekerja

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan Pasal 2 Perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian.
Pasal 29 ayat (2), (3) dan (4). (2) Bank wajib memelihara tingkat kesehatan bank sesuai dengan ketentuan kecukupan modal, kualitas aset, kualitas manajemen, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, dan aspek lain yang berhubungan dengan usaha bank, dan wajib melakukan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip kehati-hatian. (3) Dalam memberikan Kredit atau Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah dan melakukan kegiatan usaha lainnya, bank wajib menempuh cara-cara yang tidak merugikan bank dan kepentingan nasabah yang mempercayakan dananya kepada bank. (4) Untuk kepentingan nasabah, bank wajib menyediakan informasi mengenai kemungkinan timbulnya risiko kerugian sehubungan dengan transaksi nasabah yang dilakukan melalui bank.

INFO lain :  Jumlah Hakim dan Panitera di PN Semarang Tak Ideal. Kualitas Pemeriksaan Perkara Dipertanyakan

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Pasal 3 “Asas-asas umum penyelenggaraan negara meliputi:1. Asas Kepastian Hukum; 2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara; 3. Asas Kepentingan Umum; 4. Asas Keterbukaan; 5. Asas Proporsionalitas; 6. Asas Profesionalitas; dan 7.Asas Akuntabilitas. (Pengertian masing-masing asas di Penjelasan).

INFO lain :  Pengecer Togel di Mijen Ditangkap

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pasal 3 ayat (1) Keuangan Negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang- undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Pasal 61 ayat (1): “Setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih”.